Profil Tim Liga 1

Persipura Jayapura: Tim Favorit Bermental Juara

Kamis, 13 April 2017 08:48 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono
© Grafis:Yanto/Indosport
Logo Persipura Jayapura. Copyright: © Grafis:Yanto/Indosport
Logo Persipura Jayapura.

Profil Tim:
Persipura Jayapura menjadi salah satu kekuatan tim Liga 1 yang layak difavoritkan sebagai juara Liga 1 musim 2017. Rententan gelar juara yang berhasil mereka bukukan sejak pertama kali Liga Indonesia mengadopsi sistem kompetisi penuh di tahun 2008 seolah menjadi garansi.

Sepanjang sejarah bergulirnya Liga dengan sistem kompetisi penuh, Persipura sukses menyabet tiga gelar juara pada musim 2008/2009, 2010/2011, dan 2012/2013. Catatan itu juga diiringi dengan torehan tiga kali runner-up dalam enam edisi terakhir di Liga Indonesia.

Memasuki musim baru 2017, Persipura mendapat ujian besar dengan mundurnya PT Freeport Indonesia sebagai sponsor utama, setelah menjalin ikatan kerja sama erat dalam beberapa tahun terakhir. Tim berjulukan Mutiara Hitam tak akan lagi menerima subsidi besar saat mengarungi Liga 1 nanti.

Hingga detik-detik terakhir digulirkannya Liga 1, dengan keterbatasan finansial yang ada, Persipura bahkan belum mampu untuk mendatangkan pemain-pemain kelas dunia layaknya tim-tim elite lainnya. Materi pemain Persipura masih diisi wajah-wajah lama, seperti Ivan Louis Kabes, Boaz Solossa, dan Ferinando Pahabol.

Namun Persipura bukanlah tim lemah. Bak batu karang, kemapanan Persipura telah teruji dalam beberapa kesempatan. Salah satunya saat mereka tampil di ajang Indonesian Soccer Championship 2006 lalu. Saat itu Boaz Solossa dan kolega sempat terseok-seok di awal-awal kompetisi.

Namun saat memasuki pertengahan kompetisi, Tim Mutiara Hitam bangkit dengan meraih 15 kemenangan, 4 hasil imbang, dengan hanya dua kali menelan kekalahan. Catatan apik yang mengantarkan mereka sukses menyabet gelar juara, menyingkirkan para pesaing lainnya.

Geliat Transfer

Pemain Masuk: Richardinho, Avian Sanyi, Boaz Isir, Thomas Kansai, Kevin Rumakiek (Cigombong Putra).
Pemain Keluar: Bio Pauline, Ferdiansyah, dan Jaelani Aray
Pemain Asing: Yoo Jae Hoon, Ricardinho

Skuat Sementara Persipura di Liga 1: 

Kiper: Yoo Jae Hoon, Dede Sulaiman, Bernardus
Bek: Yustinus Pae, Ricardo Salampessy, Roni Beropery, Ruben Sanadi, Israel, Yohanis Tjoe M.Tahir
Tengah: Ricardinho, Immanuel Wanggai, Yan Piet, Ian Louis Kabes, Nerius Alom, Izaac Wanggai, Ferinando Pahabol, Boaz Isir, Thomas Kansai.
Depan: Boaz Salossa, Osvaldo Haay, Elisa Basna, Ricky Kayame, Prisca Elisa Womsiwor, Marinus Maryanto Wanewar.

Pelatih: Angel Alfredo Vera

© Grafis:Yanto/Indosport/bola.net
Angel Alfredo Vera (Pelatih Persipura Jayapura). Copyright: Grafis:Yanto/Indosport/bola.netAngel Alfredo Vera (Pelatih Persipura Jayapura).

Secara prestasi, pelatih berkebangsaan Argentina ini memang belum bisa memberikan banyak gelar bagi Persipura. Namun kepercayaan diri yang kuat telah membuktikan jika dirinya memiliki kemampuan untuk membawa Persipura bersaing dengan tim-tim besar di Indonesia.

Hal itu ia buktikan saat pertama kali datang menjadi bagian dari tim Mutiara Hitam pada tahun 2016, menggantikan posisi Jafri Sastra. Saat itu Boaz Solossa berjuang untuk keluar dari papan tengah klasemen sementara ISC 2016, sebelum Alfredo Vera datang pada pekan ke-15.

Hasilnya, perlahan namun pasti Persipura merangsek naik ke urutan atas dan finis sebagai pemuncak klasemen sebagai juara di akhir kompetisi. Padahal, secara komposisi pemain, Alfredo tidak banyak melakukan bongkar pasang pemain. Komunikasi dan pendekatan persuasif menjadi andalan utamanya dalam menukangi Boaz dan kolega.

Player to Watch: Boaz Solossa

© Grafis:Yanto/Indosport/ligaolahraga.com
Boaz Solossa (Persipura Jayapura). Copyright: Grafis:Yanto/Indosport/ligaolahraga.comBoaz Solossa (Persipura Jayapura).

Sukses Persipura Jayapura dalam mencapai beragam prestasi selama bertahun-tahun di kancah sepakbola Indonesia, tak bisa lepas dari sosok karismatik, Boaz Solossa. Pemain kelahiran Sorong itu tercatat sudah empat kali mengantarkan Mutiara Hitam menjadi juara Liga.

Prestasi itu pun juga diiringi oleh catatan individu yang dibukukannya bersama Persipura. Boaz sebanyak tiga kali dinobatkan sebagai pemain terbaik, dan tiga kali pula mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak. Prestasi terakhirnya, adalah mengantarkan Persipura juara ISC A.

Boaz saat ini memang sudah tidak muda lagi. Namun ketajaman dan kecepatannya masih sulit untuk dimatikan oleh lawan-lawannya. Di sisi lain, jiwa kepemimpinan yang dimilikinya memiliki pengaruh besar pada rekan-rekan setimnya, baik saat membela Persipura atau pun saat bermain untuk Timnas Indonesia.

Wajar kiranya, jika pemain berusia 31 tahun itu akan kembali diandalkan pelatih Alfredo Vera sebagai sosok pemain kunci yang akan memberi warna dan pengaruh besar bagi Persipura di ajang Liga 1 musim ini.

Prediksi:
Meski dihadapkan pada badai finansial akibat mundurnya PT Freeport Indonesia sebagai penyandang dana tim, Persipura dengan para pemainnya yang telah mapan dalam bekerja sama diyakini akan tetap tampil kompetitif saat berlaga di ajang Liga 1.

Mental juara serta semangat juang para penggawa tim asal Tanah Papua diyakini akan menjadi faktor penting yang akan membawa Persipura tetap konsisten berada di persaingan papan atas klasemen. Setidaknya, untuk finis di urutan tiga besar pada akhir musim nanti.

315