PSSI dan APPI Beda Persepsi Soal Regulasi Liga 2

Jumat, 14 April 2017 13:37 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang diwakili Pornayo Astaman (Ketua), Bambang Pamungkas, Firman Utina, Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto bertemu dengan Delegasi FIFA/AFC di Kantor PSSI, Selasa (02/11/15). Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang diwakili Pornayo Astaman (Ketua), Bambang Pamungkas, Firman Utina, Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto bertemu dengan Delegasi FIFA/AFC di Kantor PSSI, Selasa (02/11/15).

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah merevisi regulasi terkait pembatasan usia pemain untuk kompetisi Liga 2 2017. Hal itu terjadi setelah adanya pertemuan antara PSSI dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Semula seperti yang telah diketahui, bahwa setiap klub Liga 2, hanya diperbolehkan memiliki kuota maksimal 5 pemain yang berusia antara 25-35 tahun. Namun setelah rapat Executive Committee PSSI tanggal 5 April 2017, terdapat perubahan menjadi maksimal 3 pemain berusia antara 25-35 tahun, dan 2 pemain berusia di atas 35 tahun atau usia bebas.

Dalam regulasinya, PSSI hanya memperbolehkan setiap tim Liga 2 maksimal mengontrak 5 pemain yang berusia di atas 25 tahun. Dengan rincian, 3 pemain berusia 25 sampai 35 tahun, dan 2 lainnya di atas 35 tahun. Itu berarti, total terdapat 7 pemain yang berusia di atas 25 tahun.

Sementara itu, APPI dalam rilisnya menyatakan terjadi perbedaan persepsi dengan PSSI soal regulasi yang telah direvisi. Menurut APPI, pertemuan dengan PSSI pada akhirnya menghasilkan setiap klub peserta Liga 2, diperbolehkan memiliki maksimal 5 pemain berusia 25-35 tahun, dan 2 pemain berusia diatas 35 tahun. 

"Berkaitan dengan hal ini, kami ingin menyampaikan bahwa terdapat perbedaan atas kesepakatan yang telah kami lakukan dengan PSSI dalam pertemuan kami dengan PSSI tertanggal 3 April 2017 kemarin," tulis APPI dalam rilis mereka.

Di sisi lain, APPI berharap PSSI segera merespons kesalahpahaman informasi tersebut. Pada tujuannya, APPI tidak ingin banyak pesepakbola yang kehilangan pekerjaan akibat regulasi itu.

"Untuk itu kami telah berkirim surat dengan PSSI mengenai hal ini dan menunggu klarifikasi atas perbedaan informasi yang kami dapat. Karena perbedaan 2 pesepakbola memiliki dampak jumlah yang cukup besar dalam memberikan kesempatan bermain kepada pesepakbola yang berusia 25-35 tahun di 61 klub peserta Liga-2, yang jika dijumlahkan dapat mencapai 122 pesepakbola. Kami berharap rekan-rekan pesepakbola di Indonesia untuk dapat sabar menunggu klarifikasi dari PSSI," lanjut rilis APPI.

554