Liga 1

Ditaklukkan PSM, Pelatih Persela Kritik Lini Pertahanan Timnya

Senin, 17 April 2017 09:30 WIB
Kontributor: Basri | Editor: Yohanes Ishak
© Muhammad Nur Basri/INDOSPORT
Heri Kiswanto (tengah), pelatih Persela Lamongan. Copyright: © Muhammad Nur Basri/INDOSPORT
Heri Kiswanto (tengah), pelatih Persela Lamongan.

Persela Lamongan harus mengakui ketangguhan tuan rumah PSM Makassar 3-1 dalam laga perdana kompetisi Go-jek Traveloka Liga 1 di Stadion Andi Mattalata, Makassar.

Pelatih Persela Lamongan, Herry Kiswanto menilai timnya telah bermain maksimal, namun dirinya kurang puas dengan performa pemain bertahan Laskar Joko Tingkir.

“Secara umum dari awal hingga akhir pertandingan, permainan kami sebenarnya berusaha bisa maksimal, cuma saya sedikit agak kurang puas hari ini terutama di pertahanan,” keluh Herry Kiswanto.

Gol pertama dari penyerang PSM Makassar, Reinaldo da Costa yang begitu cepat terjadi di menit ke-1 dinilainya tidak perlu terjadi.

Kebobolan tiga gol di babak pertama dikatakan buntut dari kesalahan mendasar dari para pemain bertahan, yakni para bek dengan penjaga gawang.

“Gol pertama terjadi begitu cepat dengan kesalahan-kesalahan yang sangat mendasar, itu seharusnya tidak boleh dilakukan dilevel-level seperti ini.”

“Saya nanti coba evaluasi, dua hal itu yang terjadi di sektor belakang termasuk sektor penjaga gawang dan ini sedikit membahayakan tim. Saya sudah sampaikan hati-hati pada saat start babak pertama begitu kick off semuanya harus bermain,” tuturnya.

Hery mengakui jika tertinggal tiga nol di babak pertama membuat moril pemainnya sempat menurun. Namun saat jeda babak kedua, ia mengaku memberikan motivasi untuk bangkit dari ketertinggalan, terbukti pada babak kedua mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.

“Tertinggal tiga gol memang sangat menurunkan morel pemain kami, tapi saat jeda babak pertama saya coba intruksikan untuk lebih fight lagi, lebih konsentrasi lagi dan Alhamdulillah pertengahan babak kedua kita bermain lebih tenang dan bisa mencetak gol,” jelasnya.

Olehnya itu, hasil pertandingan ini akan menjadi evaluasi untuk menatap pertandingan selanjutnya. Beberapa catatan dikatakan akan disampaikan termasuk kinerja pemain bek kanannya yang dihuni pemain  U-21 yang begitu mudah dilewati oleh winger PSM, Muhammad Rahmat.

“Saya akui bek kanan mudah dilewati dan itu akan menjadi bahan kita untuk mengevaluasi. Dia pemain U-21, mungkin mentalnya masih sedikit, pertandingan selanjutnya saya harap tidak ada lagi kesalahan,” tutupnya.