Liga 1 Indonesia

Marquee Player Baru Catat Hasil Tes Medis Paling Bagus, Ini Respon Arema FC

Selasa, 18 April 2017 23:52 WIB
Editor: Ramadhan
© Ian Setiawan/Indosport
Juan Pablo Pino Puello dalam latihan pertamanya. Copyright: © Ian Setiawan/Indosport
Juan Pablo Pino Puello dalam latihan pertamanya.

Berlabuhnya Juan Pablo Pino Puello juga ikut membuat manajemen Arema FC bangga. Penyerang berusia 30 tahun itu di luar dugaan mencatatkan hasil tes medis paling bagus dari sejumlah pemain asing yang ada di Arema.

Pihak rumah sakit yang melakukan rekaman tes medis pun dibuat kaget dengan kondisi sang pemain yang berada pada level nyaris sempurna. Padahal, Pino baru mengalami jetlag akibat perbedaan waktu antara Kolombia dengan Indonesia ketika datang pada Jumat lalu.

“Kami ikut bangga dengan hasil bagus ini. Bagaimana pun, keputusan Arema memilih Pino menjadi Marquee Player tidak salah,” ungkap Sudarmaji.

Dari rangkuman nilai pada medical check-up yang dijalani, Pino mencatatkan rataan paling tinggi di antara sejumlah pemain asing Arema FC.

“Bahkan, dia meraih nilai paling tinggi di antara pemain asing yang pernah memperkuat Arema. Hal itu bukti bahwa dia memang pemain profesional,” sambung Media Officer Arema FC itu.

Dari sejumlah literatur yang disusun INDOSPORT, setidaknya ada 9 tahapan yang harus dilalui oleh seorang pemain dalam medical check-up. Dan tampaknya, Pino mampu melewatinya secara sempurna tanpa menyisakan tanda-tanda cedera atau riwayat cedera parah.

© Ian Setiawan/Indosport
Juan Pablo Pino Puello dalam latihan pertamanya. Copyright: Ian Setiawan/IndosportJuan Pablo Pino Puello dalam latihan pertamanya.

“Saya tidak begitu tahu istilahnya, yang pasti pihak rumah sakit yang menanganinya memberi konfirmasi bahwa Pino adalah pemain asing paling bagus dalam nilai tes kesehatan,” pungkasnya.

9 Tahapan Mengenai Medical Check-up:
1. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kesehatan pemain, meliputi tes darah, tes urine, Rontgen Thorax, Rekam Jantung (EKG) atau Treatmill.
2. Antropometri (perhitungan komposisi tubuh), meliputi tinggi badan, berat badan dan kadar lemak.
3. Fleksibilitas, yaitu tes pada kekuatan otot untuk melihat kelenturan pada tungkai dan punggung.
4. Daya Tahan Otot, meliputi tes pada aktifitas Sit-up (kekuatan otot perut), Push-up (kekuatan otot lengan), serta tes pada otot betis dan paha.
5. Kelincahan dan antisipasi, tes pada keseimbangan gerakan yang diperintahkan.
6. Kecepatan, menguji kecepatan berlari pemain dalam jarak tertentu.
7. Tes pada kekuatan tungkai dalam lompatan vertikal secara intens.
8. Reaksi, tes pada tingkat reaksi atau respon dalam kondisi tertentu.
9. Endurance, tes pada daya tahan tubuh.

439