Tren positif yang sudah diraih Bhayangkara FC harus terhenti di pekan kedua. Pasca mengalahkan Perseru Serui, The Great Aligator harus turun peringkat ke urutan 10 di klasemen Gojek Traveloka Liga 1 lantaran kalah 0-2 saat menantang Arema FC.
Simon McMenemy tampaknya masih tak percaya dengan kekalahan perdana tim asuhannya saat menantang Arema FC. Bukan masalah skor, Simon mengaku heran dengan cara bermain lawan, yang menurutnya tidak menggambarkan tim sekelas Arema FC.
Tanpa tedeng aling-aling, pelatih Bhayangkara FC itu langsung menggerutu begitu membuka pernyataan resmi di ruang konferensi pers Stadion Kanjuruhan Malang.
"Saya begitu terkejut dengan cara bermain Arema kali ini. Pemain mereka banyak melakukan diving, berpura-pura jatuh dan berharap wasit meniup peluit tanda pelanggaran," ujar Simon McMenemy.
Faktor penyebab pelatih berkebangsaan Skotlandia itu langsung menggerutu adalah proses dua gol kemenangan Arema.
Simon menganggap gol pertama yang diciptakan Dedik Setiawan di menit ke-17 berawal dari off side yang seharusnya ditiup oleh Wasit Hamsir terhadap posisi Andrianto yang mengirimkan assist.
Sedangkan pada gol kedua yang dibukukan Esteban Vizcarra menit ke-71, eks Pelatih Mitra Kukar menilai itu terjadi pelanggaran handsball, usai sepak pojok yang dikirimkan Juan Pablo Pino Puello.
"Saya menyesalkan proses dua gol kemenangan mereka. Saya masih tak percaya, karena proses kemenangan seperti itu bukan menggambarkan karakter tim sekelas Arema," paparnya.
Meski begitu, Simon sebenarnya tahu kapasitas Singo Edan itu sebenarnya. Bahkan, pelatih yang juga pernah menangani Timnas Filipina itu menaruh respek lebih tinggi jika kemenangan Arema tidak dibumbui bantuan wasit.
"Lebih bagus lagi memang begitu, karena Arema saya tahu tim berlevel tinggi dengan dukungan suporter fanatik. Saya respek kepada mereka," tandasnya.