Pelatih kepala Lazio, Simone Inzaghi tidak mempermasalahkan tindakan mengerikan pendukungnya usai kemenangan penting atas Roma. Menurutnya, apa yang dilakukan mereka hanyalah guyonan semata.
Nyawa tiga penggawa AS Roma, Daniele De Rossi, Mohamed Salah, dan Radja Nainggolan terancam oleh fans garis keras Giallorossi setelah kekalahan memalukan dari Lazio. Para ultras tersebut menggantung patung dengan jersey bertuliskan ketiga pemain Roma itu di dekat Colosseum, bangunan bersejarah di Ibu Kota Italia.
Bentuk demonstrasi dari fans AS Roma atas kekalahan tim kesayangannya.Tindakan itu dilakukan menyusul kemenangan Lazio dengan skor 3-1 atas Roma di lanjutan Serie A Italia akhir pekan kemarin. Sepasang gol Balde Keita dan sebiji dari Dusan Basta hanya mampu dibalas satu kali oleh gelandang Il Lupi, Daniele de Rossi, itu pun dari titik putih.
Ketika dimintai pendapatnya mengenai perilaku 'ganas' Ultras Lazio, Inzaghi mengaku ia menolak setiap bentuk kekerasan antar suporter. Tapi kalau tidak ada kontak fisik, maka tak jadi masalah.
"Saya sangat benci kekerasan, apapun yang melibatkan kontak fisik, tapi alangkah sebaiknya kalau kita tak melulu melihat aspek buruk atas tiap sesuatu. Saya tinggal di Roma sudah lebih dari 20 tahun, saya tahu betul bagaimana rasanya sebuah derby," kata Inzaghi di konferensi pers.
"Tidak hanya soal kekerasan saja, tapi ada banyak guyonan dan bercandaan dari kedua belah suporter. Jadi tak ada masalah, harus dibedakan antara lelucon dengan insiden serius," tambahnya lagi.