Liga 1 Indonesia

Gagal Menang Kontra Perseru, Pelatih MU Fokus ke Penyelesaian Akhir

Selasa, 9 Mei 2017 10:18 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
© Herry Ibrahim/Indosport
Aksi Marquee Player Madura United, Peter Osaze Odemwingie (kiri) pada latihan Madura United jelang menghadapi Persija Jakarta. Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport
Aksi Marquee Player Madura United, Peter Osaze Odemwingie (kiri) pada latihan Madura United jelang menghadapi Persija Jakarta.

Madura United mencatat statistik cukup unik di kompetisi Gojek Traveloka Liga 1 musim ini. Dalam lima pekan awal, Bayu Gatra dan kawan-kawan belum konsisten secara performa dengan meraih tren naik turun.

Menang di laga pertama, lalu kalah, meraih seri, menang lagi, dan berakhir imbang. Tak pelak, inkonsistensi itu pun berimbas pada posisi di klasemen. Hanya meraup satu poin kontra Perseru Serui, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu gagal menembus tiga besar dengan terpaku di peringkat kelima melalui koleksi 8 poin, terpaut 3 angka dari Persib Bandung yang memuncaki klasemen.

"Semua pemain sudah bermain maksimal. Tapi memang hasil sudah ditentukan di mana kami tidak bisa menang,"  sebut Gomes De Oliviera usai pertandingan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan.

Head Coach Madura United itu pun lantas menyebut hasil seri kedua di laga home kali ini terjadi akibat lemahnya finishing touch. Membuka puluhan peluang di depan muka gawang Perseru Serui, nyatanya hanya heading Peter Odemwingie di menit ke-22 yang mampu berbuah menjadi gol.

© Ian Setiawan/Indosport
Peter Odemwingie (Madura United). Copyright: Ian Setiawan/IndosportPeter Odemwingie (Madura United).

"Ya betul. Kami banyak mendapatkan peluang tapi tidak menjadi gol. Ini akan menjadi tugas kami untuk lebih baik di laga selanjutnya (kontra Arema FC, 14 Mei 2017 mendatang)," ucap arsitek tim kebangsaan Brasil.

"Kenapa hanya Peter yang bisa cetak gol? Karena dia berada di posisi yang tepat. Usaha Greg (Nwokolo), Slamet (Nurcahyo) juga sudah maksimal," imbuhnya.

Bersamaan dengan itu, Gomes juga menepis anggapan jika ada masalah di sektor pertahanan timnya. Gol Mariando Djonak Uropmabin di menit ke-36 melalui shooting keras, berawal dari kemelut yang gagal disapu bersih duet Fabiano Beltrame dan Fachrudin Wahyudi yang mengawal pertahanan di depan Hery Prasetyo.

"Saya pikir organisasi pertahanan sudah baik. Pemain sudah disiplin dalam organisasi permainan di pertahanan," ungkapnya.