Stiker asal klub Bali United, Yabes Roni mengungkapkan jika rasa percaya dirinya semakin tumbuh seiring berjalannya waktu semenjak ia kembali dipanggil Luis Milla untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas U-22 Indonesia. Pemain kelahiran Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut mulai mengenal karakter Milla.
Milla menurut Yabes merupakan sosok pelatih yang tegas menuntut para pemainnya untuk mandiri mengetahui kapan saat mereka harus menyerang dan bertahan. Para pemain pun harus cepat dan tanggap untuk memahami instruksi dari mantan pelatih Timnas U-21 Spanyol tersebut.
"Bisa makin percaya diri, makin enjoy, menikmati setiap kali latihan. Pada latihan kali ini, coach Luis Milla memberikan latihan transisi menyerang dan bertahan atau sebaliknya. Jadi, ini menambah kita makin percaya diri. Pemain juga dituntut untuk tahu saat menyerang posisi di mana, dan saat bertahan posisi juga ada di mana, kita harus tahu," ujar Yabes usai mengikuti latihan Timnas Indonesia di Lapangan SPH Karawaci, Tangerang, Selasa (09/05/17).
Duel antara Yabes Roni dengan Ryuji Utomo di latihan Timnas U-22."Saya bisa menangkap arahan Luis Milla di lapangan saat latihan. Milla maunya setiap winger di tim ini bisa bertahan dengan cepat ketika diserang, masuk ke dalam untuk membantu pertahanan. Misalnya kita main 4-3-3, habis menyerang lalu bertahan, berarti kita (winger) harus masuk ke dalam membantu tiga gelandang," tambahnya.
Di luar urusan taktik, Yabes kini fokus memberikan kemampuan terbaiknya selama bergabung dalam pemusatan latihan Timnas U-22. Ia pun berharap dirinya dapat dipercaya oleh Luis Milla untuk bergabung dalam skuat Timnas U-22 yang akan berlaga di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Saya sendiri optimistis saja , kalau kita maksimal kita bisa dapat hasil yang maksimal. Semoga coach Luis Milla bisa melihat dan semoga saja, saya berdoa bisa masuk Timnas," tutupnya.