Panasnya hubungan diplomatik antara Malaysia dan Korea Utara berimbas pada sepakbola kedua negara tersebut. Seperti yang kita ketahui, terjadi pembunuhan yang dilakukan kepada Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Februari silam.
Seiring dengan meningkatnya ketegangan antar dua negara, membuat kedua Timnas Sepakbola pun merasakan imbasnya. Dilansir dari Reuters via Marca, Timnas Malaysia dilarang pergi ke Korea Utara dan telah mengajukan banding kepada Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).
Banding tersebut berupa tidak menggelar pertandingan kualifikasi Piala Asia di Ibu Kota Korut, Pyongyang, pada bulan depan. AFC mengungkapkan bahwa pertandingan Grup B yang ditunda itu akan dimainkan 8 Juni nanti, menyusul konfirmasi dari Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) bahwa tidak ada larangan dari pemerintah Malaysia untuk pergi ke Korea Utara.
"Saya bisa pastikan bahwa kami telah menerima banding (dari Malaysia) dan kami tengah mempertimbangkannya," ucap juru bicara AFC dikutip Marca.
"Ketegangan antara Malaysia dan Korea Utara mungkin sudah berakhir tetapi negara itu (Korea Utara) sedang menghadapi berbagai masalah yang melibatkan dunia luar," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin, pada Selasa lalu mengungkapkan kekhawatirannya pada Timnas Sepakbola Malaysia bila mereka tetap melanjutkan pertandingan di Pyongyang nantinya.