Menghadapi juara bertahan Serie A Italia yang juga merupakan salah satu mantan klub yang pernah dibela semasa aktif menjadi pemain, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengaku jika timnya tidak diunggulkan dalam pertandingan final tersebut.
Pelatih asal Prancis ini menilai, jika dalam laga nanti, El Real tidak difavoritkan memenangkan pertandingan tersebut. Padahal, tidak sedikit yang yakin jika klub Ibu Kota Spanyol ini mampu menjadi klub pertama yang pertahankan gelar sejak bernama Liga Champions.
“Real Madrid sama sekali bukanlah favorit dalam laga nanti, sangat sulit mencetak gol melawan tim seperti Juve sekarang ini. Bertahan bukan satu-satunya kekuatan utama mereka, tetapi mereka juga memiliki pemain hebat untuk membangun serangan,” tegas Zidane kepada Mediaset Premium.
Real Madrid berhasil lolos ke final Liga Champions 2016/17.“Menghadapi mereka di final ini terasa spesial, karena mereka masih ada di hati saya. Saya benar-benar menjadi pria dewasa dan pemain yang lebih bagus saat bermain di Juve, mereka adalah klub yang hebat. Ini akan menjadi akhir yang indah, karena kedua tim pantas ada di final,” tambahnya.
Zidane menghabiskan waktu selama 5 tahun saat membela Bianconeri dari tahun 1996 sampai 2001 lalu. Bersama Juve, ia turut menyumbangkan 2 gelar Serie A Italia (1996/97, 1997/98), dan masing-masing 1 gelar Piala Super Italia (1997), Piala Super Eropa (1996), Piala Dunia Antarklub (1996), serta Piala UEFA Intertoto Cup (1999).
Pada tahun 2001, Zidane tinggalkan Juventus dan bergabung dengan klub yang ia latih sekarang Real Madrid. Kala itu, ia menjadi pemain termahal dunia, setelah Los Blancos memboyongnya dengan mahar senilai 46 juta poundsterling atau lebih dari Rp794 miliar.