Ada pemandangan menarik kala Madura United FC menahan imbang tuan rumah Arema FC 1-1, pada laga pekan keenam Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (14/05/17) malam WIB. Para pemain MU berjalan ke bench usai Arema dihadiahi penalti oleh wasit Asep Yandi.
Seperti diketahui, Arema mendapat hadiah penalti berbau kontroversi pada pertengahan babak kedua. Hal itu terjadi usai wasit Asep Yandi menganggap Peter Odemwingie melakukan pelanggaran terhadap Arthur Cunha dengan mengangkat kaki terlalu tinggi.
Padahal menurut para pemain MU, tindakan tersebut adalah respons dari Odemwingie yang ingin membuang bola. Tidak ada unsur disengaja untuk melakukan pelanggaran.
Alhasil, pemain MU melakukan protes kepada wasit Asep Yandi. Setelah itu, Fabiano Beltrame dkk berjalan ke bench. Laga pun harus tertahan selama lima menit.
Hasil pertandingan Arema FC vs Madura United FC.Manajemen MU melalui sang presiden, Achsanul Qosasi, menampik bahwa tindakan para pemainnya ke bench sebagai aksi protes untuk kemudian walk out. Tindakan tersebut hanya untuk menenangkan emosi para pemain MU dengan tensi pertandingan yang berjalan sangat panas.
"Situasi di lapangan kurang mengenakkan. Pemain terpaksa kami panggil untuk menenangkan suasana yang terlihat panas. Mereka (pemain) memang harus ditenangkan," kata Achsanul Qosasi.
Meski begitu, Achsanul Qosasi, ikut merasa geram dengan keputusan-keputusan yang diambil wasit Asep Yandi. Namun, ia tidak mau mengomentari terlalu jauh kinerja wasit asal Karawang, Jawa Barat tersebut.
"Memang banyak penafsiran dari keputusan wasit dalam memberikan hadiah penalti Arema. Selamat, karena pertandingan bisa selesai," tutupnya.