Gede: Copot Teco dari Persija Tak Selesaikan Masalah

Rabu, 17 Mei 2017 05:39 WIB
Penulis: Muhammad Adiyaksa | Editor:
© Herry Ibrahim/Indosport
Persija Jakarta. Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport
Persija Jakarta.

Direktur Persija Jakarta, Gede Widiade mengakui posisi pelatih Stefano Cugurra Teco tengah tidak aman. Torehan buruk pada awal musim Gojek Traveloka Liga 1 menjadi penyebabnya.

Persija kini menempati peringkat ke-15 dengan raihan 5 poin. Hasil dari satu kali menang, dua seri, dan tiga kekalahan. Catatan tersebut membuat suporter gerah. Mereka meminta Teco untuk segera dicopot dari jabatannya.

Meski demikian, Gede tetap dengan rencana awalnya, yaitu melakukan evaluasi ketika memasuki 25 persen kompetisi. Maksud dari Gede adalah saat pertandingan berada di pekan kedelapan. Lawan yang akan dihadapi Persija saat itu adalah Perseru Serui pada akhir Mei mendatang.

Usai melawat ke Papua untuk bersua Cendrawasih Jingga, Gede bakal memutuskan masa depan Teco di klub ibu kota. Namun untuk saat ini, Gede mengaku belum mengantongi nama untuk menggantikan posisi arsitek asal Brasil itu.

“Belum ada. Saya selalu berpikir positif. Saya berharap, kita mau pisah, di akhir sebuah tahapan. Tahapan saya setelah lawan Perseru. Tahapan kedua saat putaran pertama berakhir. Selanjutnya, pada akhir musim. Saya berharap, sesuai tahapan itu. Karena apa? Kalau saya berhentikan sekarang, tidak akan menyelesaikan masalah. Sulit,” ujar Gede kepada wartawan.

“Dulu, coach butuh waktu adaptasi. Kalau saya mau, saya akan marah. Tapi apakah marah akan menyelesaikan masalah? Tidak. Saya sudah sangat bahagia, punya pemain ke-12 the Jakmania dan ke-13 wartawan. Saya bahagia sekali. Saya bahagia pegang Persija. Punya mess, lapangan, nanti punya kantor,” tambahnya.

Persija pernah mengalami situasi yang sama sulitnya pada musim lalu. Ketika itu, Macan Kemayoran ditinggalkan sang pelatih, Paulo Camargo di akhir putaran pertama. Jan Saragih kemudian ditunjuk sebagai caretaker. Setelah itu, Muhammad Zein Al Hadad masuk untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan pelatih kepala.

Meski tidak signifikan, Macan Kemayoran pelan-pelan mulai bangkit. Status sebagai tim berperingkat 16 selepas kepergian Camargo berhasil dilepaskan. Di akhir musim, Persija menempati posisi ke-14.

495