Kiper kedua Manchester United, Sergio Romero, menunjukkan kualitasnya sebagai kiper Tim Nasional (Timnas) Argentina dengan bermain impresif, kala Setan Merah bermain imbang tanpa gol di St. Mary’s Stadium, markas Southampton.
Di pertandingan tersebut, mantan kiper Sampdoria itu melakukan penyelamatan krusial dengan menggagalkan tendangan penalti Manolo Gabbiadini, saat babak pertama baru berjalan 5 menit. Kiper berusia 30 tahun itu dengan sigap berhasil membaca tendangan Gabbiadini yang mengarah ke sisi kanan gawangnya.
Selain penyelamatan heroik tersebut, Romero juga memiliki rekor apik bersama Setan Merah pada musim ini. Squawka mencatat, dari 17 pertandingan yang ia mainkan, 13 di antaranya berhasil ia menangkan dengan 11 kali clean sheets dan hanya 6 kali kebobolan.
Sergio Romero's record for Man Utd this season:
— Squawka Football (@Squawka) May 17, 2017
17 games
13 wins
11 clean sheets
6 conceded
0 defeats
Always reliable. 🙌 pic.twitter.com/NfG9Fs8nfV
Romero juga tercatat sebagai kiper kedelapan Man United yang mampu menahan tendangan penalti, setelah David De Gea yang pernah melakukan sebelumnya ketika melawan Everton pada bulan Oktober 2014 lalu.
Sergio Romero is the 8th different @ManUtd keeper to save a #PL penalty, and first since David de Gea against Everton in October 2014 pic.twitter.com/Ppype7WwLe
— Premier League (@premierleague) May 18, 2017
Penampilan menawan yang ditunjukkan oleh Romero membuat Jose Moruinho setidaknya dapat bernapas lega. Pasalnya, mantan pelatih Real Madrid itu dapat menggunakan jasa Romero yang telah matang untuk mengarungi musim depan, bila De Gea pergi ke kubu Los Blancos.