Madura United (MU) terpaksa 'pindah kost' ke Stadion Gelora Bangkalan sebagai kandang sementara mereka selama bulan Ramadan. Adanya peraturan ketat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengharuskan MU untuk meninggalkan Gelora Ratu Pamelingan.
Pindah stadion sejatinya adalah hal biasa dalam sepakbola, namun terkadang hal itu bisa membuat 'nasib baik' menjadi sial. Apalagi Greg Nwokolo dan kawan-kawan selalu bisa meraih angka saat bertanding di Selora Ratu Pemelingan.
Delapan poin yang didulang dari dua menang dan dua imbang ketika MU bermain di kandang merupakan bukti sahih betapa angkernya stadion tersebut. PS TNI menjadi korban terakhir menyusul kekalahan telak 1-4.
Kini, MU harus kembali beradaptasi dengan rumput stadion di Gelora Bangkalan setelah Pemkab Pamekasan tidak memperbolehkan adanya 'hajatan besar' selama bulan puasa, dan sepakbola masuk kategori tersebut. Adapun aturan yang dimaksud adalah larangan membuat keramaian selama Ramadan.
Media officer Madura United, Tabri Munir menjelaskan bahwa pelarangan keramaian saat Ramadan tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pamekasan Nomor 5 tahun 2014 tentang kegiatan selama Ramadan. Di dalamnya, pada pasal 2 ayat 3 di Perda berbunyi setiap orang dilarang membuka tempat hiburan, permainan, dan atau kegiatan lain yang sejenis selama Ramadan, disebabkan dapat mengganggu ketenteraman pelaksanaan ibadah.
Manajemen klub tak punya pilihan lain selain pindah kandang untuk sementara. Stadion Gelora Bangkalan, stadion berplat merah di Madura dipilih dan bakal menggelar pertarungan sengit antara, tentu saja Madrua United, melawan Gresik United dan Semen Padang.
"Kami terpaksa pindah kandang, karena di Pamekasan ada ketentuan yang melarang adanya kegiatan keramaian selama bulan suci Ramadan. Untuk laga melawan Persegres (Gresik United) dan Semen Padang akan kami gelar di Bangkalan," tandas Tabri.