Mimpi Timnas Indonesia U-22 untuk merebut medali emas SEA Games 2017 harus terkubur dalam-dalam. Pasalnya, mereka baru sajak dikalahkan oleh tuan rumah, Malaysia dengan skor 0-1 di babak semifinal yang berlangsung di Stadion Shah Alam pada Sabtu (26/08/17) malam kemarin.
Sempat bermain sengit dan berkali-kali memiliki peluang untuk mencetak gol, Skuat Garuda Muda harus dikejutkan dengan gol Malaysia yang dicetak Thanabalan Nadarajah pada menit ke-86.
Sontak, Thanabalan langsung menjadi orang yang 'dibenci' masyarakat Indonesia karena membuat Timnas U-22 gagal ke final. Namun, di saat bersamaan Thanabalan juga menjelma menjadi sosok pahlawan bagi suporter Malaysia.
Terlepas dari itu semua, Thanabalan merupakan salah satu sosok pemain TImnas Malaysia U-22 yang punya cerita perjuangan yang mengharukan. Di usianya yang baru 22 tahun, pemain yang kini memperkuat Felcra FC tersebut sudah menjadi tulang punggung bagi keluarganya.
Ya, saat usianya menginjak 18 tahun, Thanabalan menghadapi kenyataan pahit karena harus menghidupi seluruh keluarganya, akibat sang ayah mengalami kelumpuhan setelah menjadi korban kecelakaan pada 2013 lalu.
Saat itu, Thanabalan pun memutuskan untuk menjadi seorang pesepakbola, lantaran dirinya berpikir itulah pekerjaan yang bisa membuatnya meraih banyak uang untuk menghidupi ayah, ibu, dan dua adiknya.
Selebrasi pemain Malaysia setelah Thanabalan Nadarajah menjebol gawang Timnas Indonesia U-22 di semifinal SEA Games 2017."Sangat sulit untuk diserahi tugas sebagai tulang punggung keluarga. Saat itu saya masih menjadi pemain muda dan belum banyak menghasilkan banyak uang. Kini, keadaan ekonomi kami mulai membaik dan target saya adalah memberi segala yang terbaik untuk keluarga," ujar Thanabalan seperti dikutip dari The Star.
Lebih lanjut, Thanabalan mengaku berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu tampil bagus, agar di masa depan ia bisa dikontrak oleh klub besar dan mendapat gaji yang lebih besar pula.
"Saya ingin bermain bagus dan membawa kehormatan bagi negara saya. Saya percaya penampilan bagus (di SEA Games 2017) bisa meningkatkan nilai jual saya, yang nantinya bisa memperbaiki kondisi keuangan keluarga saya."
Thanabalan menjadi tulang punggung keluarganya yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang adik.Meski tujuannya bermain sepakbola untuk mendapatkan uang, Thanabalan menolak disebut sebagai sosok yang materialistis.
"Saya bukan sosok yang materialistis. Hanya saja saat ini saya memang membutuhkan banyak uang karena adik perempuan saya masih sekolah dan biaya pengobatan ayah saya tidak murah," tutupnya.
Sedikit informasi, Malaysia akan menantang Thailand di babak final SEA Games 2017. Keduanya dijadwalkan berlaga pada Selasa (29/08/17) besok.