Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, seakan masih menyisakan luka mendalam pasca menjual salah satu mantan pemainnya, Neymar, ke Paris Saint-Germain. Bintang Timnas Brasil itu menjadi pemain termahal di dunia dengan harga 222 juta euro.
Pasca penjualan, konflik pun terjadi antara Bartomeu dengan Neymar. Salah satu media Brasil, Esporte Interativo, mengabarkan bahwa salah satu kesalahan terbesar dalam proses penjualan sang pemain adalah dirinya memercayai Neymar dan sang ayah dalam mengurusi hal tersebut.
Melihat pemberitaan tersebut, sang pemain pun langsung membalasnya. Pria berusia 25 tahun itu berkomentar melalui Instagram pribadinya di akun Instagram media Brasil tersebut, dengan mengatakan Bartomeu sedang bercanda.
"Presiden ini adalah sebuah lelucon," tulisnya dengan menggunakan bahasa Portugis, beserta beberapa emoji.
Tentu, hal ini menjadi sebuah kontradiktif dengan pernyataan sang presiden sebelumnya. Pria berusia 54 tahun itu mengatakan bahwa penjualan Neymar ke PSG berdampak positif, dengan mengatakan bahwa kepergian Neymar akan membuat klub bisa memanfaatkan pemain dari akademi dengan lebih baik.
Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu."Akan lebih baik memiliki talenta dari klub. Namun anda tak bisa terlalu pesimistis. Ini adalah kesempatan Barca untuk memecah kekuatan trio lini depan dan lebih bermain kolektif," tutur Bartomeu dikutip dari Sport.