PIALA AFF U-18 2017

Bantai Filipina, Ini Rating Pemain Timnas U-19 di Piala AFF

Jumat, 8 September 2017 12:11 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Herry Ibrahim
© PSSI
Selebrasi Feby eka Putra saat melawan Filipina. Copyright: © PSSI
Selebrasi Feby eka Putra saat melawan Filipina.
Pemain Tengah

Asnawi Mangkualam (Nilai 7,5)

Diturunkan sejak menit awal, penampilan Asnawi sejatinya sangat baik sebelum digantikan oleh Resky Witriawan di menit ke-57. Dipercaya sebagai gelandang bertahan, Asnawi tampil apik dalam memutus setiap serangan Filipina.

Bersama duet center back, Rachmat Irianto dan Nurhidayat Haris, Asnawi selalu menjadi poros awal serangan Indonesia yang dibangun dari belakang. Keberadaan Asnawi juga memudahkan kerja dua rekannya di lini tengah yakni Muhammad Iqbal dan Syahrin Abimanyu.

Asnawi sebenarnya berpeluang mencetak gol pada menit ke-30 melalui sepakan penalti. Sayangnya, sepakan pemain milik PSM Makassar itu gagal berbuah gol lantaran ditepis oleh kiper Filipina.

Egy Maulana Vikri (Nilai 8)

Bermain di posisi yang berbeda dibandingkan laga awal melawan Myanmar, nyatanya kali ini Egy Maulana lebih sering membahayakan gawang Filipina. Pergerakannya dari sisi kiri pertahanan Filipina kerap membuat pemain belakang lawan kewalahan.

Pada babak pertama saja, Egy berkali-kali menciptakan peluang bahkan langsung berhadapan dengan kiper Filipina. Sayangnya dua kali sontekan Egy masih bisa diblok oleh kiper lawan. Akan tetapi di menit ke-21, Egy kemudian menuntaskan rasa penasarannya setelah memanfaatkan umpan Hanis Saghara di dalam kotak penalti untuk menjebol gawang lawan.

Setelahnya Egy kembali mencetak gol di menit ke-37 dari titik penalti, selain itu, ia juga menciptakan satu assist untuk gol pertama Feby Eka Putra di menit ke-8. Dua gol itu membuat jebolan SSB Ragunan ini menjadi top skor sementara AFF U-18.

Feby Eka Putra (Nilai 8,5)

Dipercaya mengisi sayap kanan Timnas U-19, Feby Eka Putra langsung membayar kepercayaan pelatih Indra Sjafri dengan torehan tiga golnya. Selain itu, ia juga berperan besar dengan memberikan assist pada gol pertama M. Iqbal di menit ke-25.

Pergerakan Feby Eka Putra nampaknya menjadi teror tersendiri bagi pertahanan Filipina. Gol penalti Egy Maulana di menit ke-37 juga berawal dari aksi Feby yang kemudian terpaksa dilanggar pemain Filipina di dalam kotak penalti. Ia layak untuk diberikan gelar Man of The Match pada laga melawan Filipina.

Syahrian Abimanyu (Nilai 8)

Penampilan mengesankan pada laga perdana melawan Myanmar, ternyata membuat pelatih Indra Sjafri memilih untuk memainkan Abimanyu sejak babak pertama hingga selesai pertandingan. Peran penghubung lini tengah dan lini depan yang ditugaskan mampu dijalankan dengan baik.

Abimanyu seolah roh di lapangan tengah yang terus bergerak, membuka ruang serta membantu memperagakan operan-operan pendek khas Timnas U-19. Meski tidak mencetak gol, sejatinya penampilan Abimnayu layak untuk diapresiasi. Kerja keras dan semangat pantang menyerang menjadi nilai lebih meski ia terlihat pendek di antara pemain Filipina.

Muhammad Iqbal (Nilai 8)

Sempat tampil di bawah standar saat melawan Myanmar, kali ini Iqbal membuktikan kalau mentalnya sudah ke level teratas. Bermain bersama Syahrian Abimanyu dan Asnawi Mangkualam di lini tengah, Iqbal tampil sangat baik.

Iqbal nyatanya memiliki senjata tersembunyi di kaki kirinya, hal itu terbukti saat ia mencetak gol melalui tendangan bebas langsung pada akhir babak pertama yang tak mampu dijangkau kiper Filipina. Selain itu, kepandaian Iqbal dalam membaca situasi dan menempatkan diri juga membuahkan gol pertamanya yang lahir di menit ke-25.

Irsan Lestaluhu (Nilai 7)

Masuk menggantikan Egy Maulana Vikri di babak kedua, permainan Irsan Lestaluhu sejatinya cukup baik. Meski belum mencetak gol ataupun assist, ia cukup baik untuk memerankan instruksi pelatih Indra Sjafri untuk terus menekan pertahanan Filipina.

Resky Witriawan (Nilai 7)

Dipercaya pelatih Indra Sjafri untuk menggantikan posisi Asnawi Mangkualam di pos gelandang bertahan, Resky Witriawan mampu membuktikan diri dengan membuat pertahanan Timnas U-19 tetap kukuh. Ia juga tidak canggung saat berada di lapangan meski baru pertama kali dimainkan. 

Hasilnya pada masa injury time, Resky Fandi Witriawan kembali membuat bola bersarang ke gawang Filipina. Ia melengkapi kemenangan Timnas Indonesia dengan skor telak yakni 9-0.