Ketegangan masih menyelimuti Catalunya menjelang detik-detik referendum kemerdekaan. Hal tersebut juga menjadi masalah di lapangan hijau mengingat tim raksasa asal Catalan, Barcelona, bisa saja dikeluarkan dari La Liga oleh pemerintah Spanyol.
Pecinta sepakbola di Spanyol percaya bahwa pemisahan diri adalah harapan yang tidak mungkin, mengingat pemerintah pusat telah mengumumkan pemungutan suara hari Minggu sebagai pemungutan yang inkonstitusional dan ilegal.
Namun, hal itu tidak menghentikan krisis politik Catalan dari perpecahan di kalangan pendukung dan beberapa pejabat.
Presiden La Liga, Javier Tebas, telah menyatakan bahwa Barcelona tidak diperbolehkan berkompetisi di La Liga jika Catalunya merdeka dari Spanyol. Pihak Barcelona sendiri mengatakan mereka tidak berada di pihak manapun meski Camp Nou menjadi ‘kawah’ semangat para separatis.
Camp NouPernyataan Tebas atas nasib Barcelona tersebut dapat dinyatakan sebagai pernyataan yang sepihak dan tidak netral. Pasalnya, hal tersebut tidak boleh ditentukan oleh pihak pemerintah ataupun terpengaruh dengan kondisi pemerintahan. Itu sepenuhnya menjadi hak internal klub untuk memutuskan.
Jika nantinya Catalunya merdeka dan Barca serta tim-tim Catalunya lainnya dikeluarkan dari La Liga, FIFA bisa menjatuhkan hukuman kepada Spanyol berupa pembekuan tim nasional dan larangan bertanding di seluruh laga internasional.
Hal tersebut memang sudah menjadi peraturan dari FIFA yang melarang campur tangan pemerintah sebuah negara dalam persepakbolaan negara tersebut.
Logo resmi FIFA.Sanksi yang bisa dikenakan pada Spanyol tersebut bisa membuat Negeri Matador dilarang mengikuti ajang internasional terdekat sebesar Piala Dunia 2018 di Rusia dan UEFA Euro 2020.
Tentunya sangat disayangkan apabila pencinta sepakbola dunia tidak bisa menyaksikan pemain sekelas Isco dan De Gea beraksi di kompetisi sepakbola antar negara itu.