Liga 1 Gojek Traveloka

Hasil Buruk, Buat Penggawa Persib Malu Jika Bertemu Bobotoh

Jumat, 6 Oktober 2017 19:18 WIB
Kontributor: Gita Agiet | Editor: Galih Prasetyo
© Arif Rahman/INDOSPORT
Bek Persib Bandung, Supardi Nasir. Copyright: © Arif Rahman/INDOSPORT
Bek Persib Bandung, Supardi Nasir.

Rasa tidak nyaman dirasakan Supardi Nasir dalam membela Persib Bandung. Terlebih tim berjulukan Maung Bandung ini kini berada di peringkat 10 klasemen sementara Liga 1 2017 dengan perolehan 36 poin.

Supardi merasa malu terutama bila bertemu dengan pendukung fanatiknya atas torehan tersebut. Sebab seharusnya Persib berada di papan atas yang memang biasa ditempati.

"Bisa diingat saat 2013 lalu bagaimana kita ketika kalah. Bisa tanya (Muhammad) Ridwan, Firman (Utina), Jupe (Achmad Jufriyanto). Kita gak akan keluar (mes) kecuali ke masjid belakang. Gak kuat, kita malu. Karena kita datang kesini (Persib) dibayar mahal tapi prestasi segitu," ujar Supardi di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung, Jumat (6/10/2017). 

Namun pemilik nomor punggung 22 ini menyadari tidak bisa berbuat banyak untuk Persib. Apalagi sebelumnya ia juga cukup lama absen dalam membela Persib karena diharuskan menjalani ibadah Haji. 

Bahkan sepulangnya dari tanah suci, pemain asal Bangka ini tak langsung dipercaya membela tim karena kondisi fisiknya yang belum sesuai harapan.

© INDOSPORT/Arif Rahman.
Bek kanan Persib Bandung, Supardi Nasir. Copyright: INDOSPORT/Arif Rahman.Bek kanan Persib Bandung, Supardi Nasir.

"Tapi Alhamdulillah sampai pertandingan melawan Persiba kemarin, saya sudah menemukan sentuhan. Mudah-mudahan kedepan saya dapat peluang (main) dan bisa dimanfaatkan," katanya. 

Sebelumnya, Supardi mengaku cukup kewalahan dalam mengembalikan kondisi fisiknya usai menjalani ibadah haji di tanah suci.

"Dulu Ridwan pernah cerita setelah pulang haji katanya butuh tiga minggu untuk bisa naik ke 80 persen. Ternyata itu kealamin benar sekarang sama saya. Saya awalnya yakin, gak mungkin tiga minggu, tapi satu minggu bisa. Tapi ternyata gak bisa," tuturnya. 

Akan tetapi, dikatakan Supardi, permasalahan tersebut kini tak lagi menghampiri setelah kondisi fisiknya sudah jauh lebih baik dan siap untuk diturunkan dalam sebuah pertandingan.

"Saya akan berbuat untuk tim, kalau tidak saya malu sama orang-orang. Saya selalu ingat dulu kalau saya datang hanya untuk di bench dengan hormat saya gak bisa, malu. Hati saya akan berontak kalau di bench karena ingin memberikan yang terbaik untuk tim," pungkasnya.

293