Jelang Hari Santri, Intip Cara PSSI Gaet Talenta Muda Pesantren

Sabtu, 21 Oktober 2017 19:27 WIB
Penulis: Annisa Hardjanti | Editor:
 Copyright:

Presiden Joko Widodo telah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri nasional, berangkat dari sejarah perjuangan para santri saat mempertahankan Tanah Air dari serangan penjajah pada 1945 silam. 

© Twitter Liga Santri Nusantara
Liga Santri Nusantara. Copyright: Twitter Liga Santri NusantaraLiga Santri Nusantara.

Dilansir dari football-tribe, para santri sendiri sebenarnya memiliki kiprah yang cukup besar di sejumlah bidang, terutama dunia olahraga Indonesia. Hal tersebut rupanya turut menarik perhatian pemerintah. 

Liga Santri Nusantara (LSN) akhirnya dihadirkan oleh pemerintah sebagai sebuah wadah bagi para santri-santri pesantren mengasah bakat mereka di bidang olahraga sejak 2015 lalu. 

© Twitter Liga Santri Nusantara
Anggota DPR RI, Agus Djogja menyerahkan Trophy Gubernur ke Tim Juara PP. Nurul Iman FC Sorogenen-Bantul. Copyright: Twitter Liga Santri NusantaraAnggota DPR RI, Agus Djogja menyerahkan Trophy Gubernur ke Tim Juara PP. Nurul Iman FC Sorogenen-Bantul.

Tak sia-sia, kompetisi dalam liga tersebut rupanya mencetak pemain-pemain muda yang mampu maju ke ranah internasional untuk membela Indonesia di ajang kompetisi olahraga, terutama sepakbola.

LSN terbukti menjadi salah satu penyumbang bibit sepakbola Indonesia. Cukup banyak pemain muda jebolan pesantren yang mampu mengharumkan nama Indonesia di lapangan hijau. 

Sebut saja bintang Timnas Indonesia U-19, M. Rafli Mursalim yang merupakan mesin pencetak skor dalam ajang LSN 2016 lalu. Kehadiran LSN semakin memudahkan Kemenpora dan PSSI menemukan talenta-talenta muda sepakbola Indonesia.

Pondok pesantren memberikan bukti nyata bahwa mereka memiliki prospek yang bagus bagi para santri-santrinya untuk terjun ke ajang kompetisi sepakbola.

Selain itu, para santri yang dibina di pondok pesantren tentunya memiliki budaya positif tersendiri yang akan mereka bawa ketika berlaga, terutama dari sisi sportivitas dan persatuan. 

384