Arema FC memang terkesan santai dalam melakukan aktivitas transfer dalam jeda kompetisi. Jika tim lain sudah sibuk meresmikan beberapa pemain baru, Arema justru baru memulai langkah dalam menata skuat untuk proyeksi musim depan.
Tak ayal, indikasi lambannya aktivitas di lantai bursa mendapatkan kritik dari publik sepakbola di Malang. Hal itu lantaran sejumlah pemain yang sudah dibidik jauh-jauh hari, namun ternyata lebih memilih klub lain.
"Posisinya sama-sama sulit. Mereka (pemain bidikan) sama seperti pemain kami yang masih terikat kontrak," bilang Joko Susilo.
"Jadi, kami hanya bisa mengandalkan kesepakatan secara lisan, meski memiliki resiko besar dengan komitmen yang diingkari pemain," imbuh Gethuk, sapaan akrab Pelatih Arema FC tersebut.
Tim kepelatihan baru Arema FC.Kasusnya bisa tergambar dari manuver pertama tim berjulukan Singo Edan itu terhadap beberapa pemain Semen Padang, yang gagal lantaran sudah menerima pinangan klub lain, atau memilih bertahan di klub lama.
Terbaru, Gethuk mengakui jika sudah gagal mendatangkan satu kiper berlevel Liga 1 yang sudah menyatakan komitmennya. Sang kiper itu diprediksi adalah Hery Prasetyo, yang diklaim tetap bersama Madura united musim depan.
"Dia sudah deal secara lisan, dan akhirnya lepas. Tapi dia juga beritikad baik dengan mengembalikan DP (Down Payment) dari kita," tuturnya tanpa mau menyebutkan nama kiper yang dimaksud.
Pelatih Arema FC, Joko Susilo, memuji penampilan anak asuhnya usai mengalahkan Mitra Kukar.Seiring hal itu, Gethuk pun juga sedikit menyentil kepada para pemain yang ingkar terhadap komitmennya. Meski memang dalam dunia sepakbola profesional, besaran nominal kontrak sangat berpengaruh dalam hal bursa transfer pemain.
"Pemain sekarang memang acuannya nominal. Jika kita sudah sepakat Rp 500 juta dan tim lain berani memberinya lebih, tetap saja mereka akan memilih klub itu," ungkapnya.