Apa yang bakal Anda bayangkan saat lahir dan tumbuh besar di kota yang memiliki tingkat kriminalitas tinggi? Kesuraman mungkin yang bakal Anda rasakan. Hal itu juga yang dialami oleh sejumlah anak muda yang lahir dan tumbuh besar di daerah bernama Ciudad Juarez, Meksiko.
Kota ini seperti dikutip dari nytimes.com (30/12/17) masuk dalam pusatnya kartel narkotika Amerika Latin. Harapan hidup di Juarez sangat kecil, para anak mudanya dihadapkan hanya pada 2 pilihan, menjadi bagian dari kartel narkotika dan masuk ke Amerika Serikat sebagai imigran ilegal atau menunggu mati di kota tersebut.
- Meski Sedang Liburan, Spaso Jalani Latihan Fisik Bersama Eks Pelatih Borneo FC
- Hadapi Seri 4, Beberapa Tim Rombak Susunan Pemain Asing
- Kisruh Sewa Stadion, Persebaya: Kami Hanya Mau Menghibur Masyarakat!
- Djanur Kepincut dengan Pesepakbola Berdarah Karo Ini
- Legenda Barcelona Puji Dua Gelandang Manchester City
Skuat FC Juarez.Data dari imigrasi Amerika Serikat menyebut bahwa pada 2015 saja ada 700 orang meninggal dari kota ini, penyebabn utamanya ialah soal merajalelanya kartel narkotika. Meski kota ini seperti tak memiliki harapan untuk hidup, Juarez masih memiliki setitik cahaya. Setitik harapan itu berasal dari lapangan sepakbola, kota ini memiliki klub sepakbola yang belakangan jadi alternatif untuk anak muda Juarez menata hidup lebih manusiawi.
Berikut kisah FC Juarez, klub sepakbola yang berada di tempat berjuluk 'Neraka Dunia'.