In-depth

Islandia dan 4 Faktor Kunci Keberhasilan Pembinaan Usia Muda

Selasa, 9 Januari 2018 17:19 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra
© the guardian
Pembinaan sepakbola di Islandia. Copyright: © the guardian
Pembinaan sepakbola di Islandia.
Generasi Indoor

Tidak banyak yang bisa dilakukan Islandia untuk mengembangkan sarana jika melihat kondisi geografisnya. Berada di sudut utara belahan dunia, membuat negara berpopulasi 332,5 ribu jiwa ini memiliki kondisi alam yang cukup ekstrem.

Padang tundra dan suhu yang dingin tidak memungkinkan bagi anak-anak Islandia untuk bisa berlatih sepanjang tahun. Namun, Federasi Sepakbola Islandia (KSI) melakukan terobosan baru dengan memperbanyak jumlah lapangan indoor.

© Istimewa
Pengembangan usia muda di Islandia. Copyright: IstimewaPengembangan usia muda di Islandia.

Setidaknya kini tersedia 30 lapangan sepakbola berukuran standar dengan 7 di antaranya merupakan lapangan indoor di seluruh wilayah Islandia. Seluruhnya bisa digunakan sepanjang tahun.

"Para pemian yang tergabung di Tim Nasional dibesarkan di lapangan buatan. Banyak yang berangkat dari sistem pembinaan muda sepakbola dalam lapangan indoor," ujar Heimir Hallgrimson, pelatih Timnas Islandia, seperti dikutip dari BBC.  

Sementara ada 150 lebih lapangan yang lebih kecil untuk para bocah menghabiskan waktu berlatih sepakbola. Lapangan ini juga dilengkapi penghangat ruangan, sehingga mereka tetap bisa berlatih bahkan dalam cuaca ekstrim di musim dingin.

© Istimewa
Pengembangan usia muda di Islandia. Copyright: IstimewaPengembangan usia muda di Islandia.

Pembangunan infrastruktur ini sudah dilakukan Islandia sejak awal tahun 2000-an. Sebuah investasi cemerlang yang kemudian hasilnya baru bisa dirasakan satu dasawarsa kemudian.

"Bagi bangsa ini, lapangan indoor adalah sebuah anugerah," ujar Hallgrimson.

Lihat saja bagaimana Timnas U-21 Islandia berhasil lolos ke Euro U-21 pada tahun 2011. Saat itu para pemain yang mengantarkan keberhasilan bersejarah ini adalah mereka yang merasakan berlatih di lapangan indoor dengan rumput sintetis.

Hal ini kemudian membuat para pemain mendapat julukan 'Indoor Kids'. 

77