Misi Madura United melakukan revans kepada Persebaya Surabaya batal terwujud. Tiga angka yang didambakan melayang sia-sia, akibat kekalahan 5-6 dari adu penalti setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal.
Padahal, asa memetik poin absolut sempat mengemuka ketika Raphael Maitimo membuka keran gol MU di pertengahan babak pertama. Namun tak berselang lama, Persebaya menyamakan skor lewat eksekusi penalti Misbakhus Solikhin akibat pelanggaran Fahrudin Wahyudi di kotak terlarang.
Apesnya, tim berjulukan Sapeh Kerrap itu juga gagal menuntaskan tugas pada babak tos-tosan. Fabiano Beltrame menjadi satu-satunya eksekutor yang gagal menjaringkan bola ke gawang Persebaya.
"Tapi kekalahan kami cukup gigih. Karena sempat melewati adu penalti setelah bermain imbang sepanjang 90 menit," tukas Pelatih MU, Gomes De Oliviera.
Pelatih Madura United. Gomes De Oliviera.Dalam laga pertama di Grup B itu, penyakit lama dari Bayu Gatra dkk kembali kambuh. Yaitu banyaknya membuang peluang emas yang seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi gol.
"Hanya kesabaran. Para pemain perlu sabar saat mendekati gawang lawan untuk membuka peluang," juru taktik kebangsaan Brasil itu menjelaskan.
Madura UnitedKendati demikian, penampilan para penggawa Madura united patut diberi apresiasi. Meski hanya mengais satu angka, namun perjuangan pemain patut diacungi jempol dengan menampilkan determinasi tinggi sepanjang pertandingan.
"Hasil ini akan menjadi pelajaran yang bagus supaya kami bisa lebih bagus lagi dalam komunikasi di pertandingan lainnya," winger andalan MU, Bayu Gatra menambahkan.