Kemenangan Inggris atas Kolombia lewat adu penalti di 16 besar di Stadion Spartak, Moskow, Selasa (03/07/18) memang benar-benar luar biasa. Meski banyak yang menyayangkan bahwa Inggris sewajarnya menang di waktu normal sebelum gol Yerry Mina membuyarkan kemenangan di depan mata dalam hitungan detik.
Lepas apapun yang terjadi nanti, Inggris mampu patahkan sejarah dan kutukan selalu apes jika harus berhadapan dengan adu penalti. Pelatih Gareth Southgate merasakan pahitnya kalah adu penalti di Piala Eropa 1996. Dan pria yang selalu tampil rapi akhirnya mengakhiri kutukan tersebut saat menjadi pelatih.
Inggris saat ini memang beda. Mereka punya kapten dan striker seperti Harry Kane. Pemain Tottenham ini begitu matang dan mau ke dalam membantu pertahanan. Tetap tenang saat pemain lain terpancing emosi atau saat dirinya diprovokasi. Sejauh ini, striker yang kehidupannya jauh dari gosip miring sudah menorehkan enam gol. Tentunya masih akan dinanti apakah Kane akan mencetak gol di perempatfinal melawan Swedia dan (bisa jadi) di semifinal melawan Rusia atau Kroasia (jika Inggris menang).
Tonton Video Dokter Sport: Resep Jitu Orang Indonesia Main di Liga Inggris
Tim ini memang masih baru. Memang sangat disayangkan kemenangan di waktu normal harus tertunda. Tetapi, semangat juang Eric Dier dan kolega patut diacungi jempol. Mereka memang tidak ingin adu penalti. Mereka ingin menang di babak tambahan walau yang terjadi sebaliknya.
Jordan Pickford awalnya juga diragukan. Dia tidak terlalu tinggi. Penampilannya saat Inggris kalah melawan Belgia dikritik kiper Thibaut Courtouis. Namun, kiper Everton tersebut membuktikan bahwa dia punya kemampuan berkelas.
Banyak yang berharap Inggris menang”normal”melawan Swedia. Menang adu penalti adalah menang hoki. Walau begitu, apapun hasil akhir, setidaknya inilah kebangkitan tim nasional Inggris yang sesungguhnya. Good job Southgate!
Berikut Tim-tim yang Telah Lolos ke Perempatfinal Piala Dunia 2018: