Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA (CFCB) akan meninjau keputusannya yang membebaskan klub Paris Saint-Germain dari aturan Financial Fair Play (FFP). Penyelidikan dilakukan pasca belanja klub di musim panas tahun lalu.
PSG, yang menandatangkan Neymar seharga 222 juta Euro atau setara Rp3,6 triliun. Mereka juga ingin memiliki pemain AS Monaco yang kini berstatus pinjaman, Kylian Mbappe secara permanen dengan perkiraan mahar sebesar 180 juta Euro atau setara Rp3,01 triliun.
Les Parisen beberapa bulan lalu memang telah dinyatakan tidak melanggar aturan FFP bulan lalu menyusul investigasi UEFA. Namun CFCB ingin kembali meninjau ulang putusan tersebut.
Tonton Video Dokter Sport: Resep Jitu Orang Indonesia Main di Liga Inggris
"Meskipun keputusan penyelidik CFCB untuk menutup penyelidikan ke PSG, namun ketua CFCB telah memutuskan untuk mengirim keputusan ini agar ditinjau kembali oleh majelis hakim," kata UEFA seperti dikutip dari ESPN.
"Hasil peninjuan ini akan membatalkan hasil keputusan UEFA sebelumnya,” tambah pernyataan tersebut.
Aturan FFP melarang klub membelanjakan lebih dari pendapatan yang dihasilkan. Kebijakan ini diperlakukan untuk mencegah pemilik klub kaya mencoba membeli yang sukses dan mendistorsi pasar transfer. Hukumannya, Tim dapat dilemparkan keluar dari kompetisi Eropa.
UEFA meninjau lagi keputusan membebaskan PSG dari Financial Fair Play.Sebagai tanggapan, PSG mengatakan mereka telah menyelesaikan transfer dengan mematuhi pedoman FFP UEFA.
"Klub telah diberitahu bahwa ada permintaan CFCB untuk meninjau kembali keputusan yang telah mereka ambil bulan lalu. Kami akan mengikuti proses dan menyediakan semua informasi yang diminta oleh CFCB dan UEFA. " ujar perwakian PSG.
Berikut Tim-tim yang Telah Lolos ke Perempatfinal Piala Dunia 2018:
Ikuti berita terbaru INDOSPORT dengan topik: PIALA DUNIA 2018 RUSIA