INDOSPORT.COM - Kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Liga 1 akan kembali bergulir lagi pada akhir pekan ini. Setelah sempat berhenti akibat adanya insiden pengeroyokan terhadap suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila.
Persib Bandung adalah salah satu klub yang mendapatkan sanksi yang cukup berat oleh Komisi Disiplin. Hukuman tersebut berupa larangan bertanding di pulau Jawa tanpa penonton hingga akhir musim kompetisi 2018 berakhir.
Sampai pertangahan musim 2019 pun, Persib akan bermain di Bandung tanpa dukungan penonton sama sekali. Sedangkan, untuk pelaku pengeroyokan, akan diberi sanksi tidak boleh menonton pertandingan sepakbola di Indonesia seumur hidup.
Hukuman berat yang diterima Persib Bandung nyatanya tidak membuat lawan mereka di pekan ke-24, Madura United (MU) merasa diuntungkan. Pelatih Madura United, Gomes de Oliviera menilai meski tanpa dukungan penonton, Persib tetaplah lawan yang tangguh.
“Lawan kita di lapangan tetap. Kami tetap akan menghadapi 11 pemain yang didampingi pelatih mereka,” kata Gomes seperti yang dilansir dari laman resmi Liga 1 Indonesia.
Ia pun memperingatkan anak asuhnya untuk tidak memandang pemuncak klasemen sementara Liga 1 itu meski sedang menghadapi hukuman yang berat. Pelatih berusia 55 tahun itu berkaca dari kekalahan timnya kala jumpa Maung Bandung di putaran pertama dengan skor 1-2.
Kemenangan atas Madura United sangatlah penting untuk mengatrol posisi tim yang berjuluk Laskar Sape Kerap itu untuk merangkak naik ke papan atas. Saat ini, Madura masih tertahan di peringkat ke-5 dengan hasil 36 poin.
Terus ikuti berita sepak bola dan berita olahraga di INDOSPORT.COM