Manchester United di Bawah Besutan 3 Manajer Pasca Sir Alex Ferguson
Kedatangan Louis Van Gaal diharapkan bisa membawa Man United ke nasib yang lebih baik. Namun obsesi Van Gaal dengan penguasaan bola membuat taktik klub terlihat lamban dan membosankan. Pemain bahkan tidak diberi kebebasan untuk menyerang, sehingga membuat pemain terlalu terikat pada rantai serangan.
Karakter utama Man United di bawah arahan Van Gaal adalah pertahanan yang kuat. Mereka cenderung mendominasi kepemilikan dan membantu menjauhkan bola dari lawan. Taktik ini dianggap tidak menarik, namun dari segi manajemen Van Gaal sangat memfasilitasi para pemain muda untuk bersinar.
Di era ini muncullah bakat Marcus Rashford, mendatangkan Anthony Martial, Luke Shaw, Jesse Lingard dan Paddy McNair, Tyler Blackett, Donald Love dan Guillermo Varela, serta Timothy Mensah dan Joe Riley.
Setan Merah pun berakhir di urutan kelima namun memenangkan Piala FA yang mengesankan. Mereka mencuri tujuh poin dari enam tim teratas hingga minggu pertama bulan Desember, hingga kemudian sampai di titik terakhirnya di Old Trafford.
Di musim terakhirnya, Van Gaal dipusingkan para pemain utama yang cedera. Van Gaal pun memainkan pemain mudanya melawan Arsenal, dan memenangkannya 3-2 serta Rashford dan Varela menjadi pemain terbaik hari itu.
Namun, kebodohannya terjadi, dengan ia banyak mendapatkan hasil imbang tanpa gol serta 1-1, membuat pintu keluar pun terbuka dan klub menunjuk Jose Mourinho.