Liga Indonesia

'Kode Keras' Fakhri Husaini soal Match Fixing Sepak Bola Indonesia

Minggu, 9 Desember 2018 01:02 WIB
Penulis: Martini | Editor: Abdurrahman Ranala
© Abdurrahman Ranala/INDOSPORT
Coach Fakhri Husaini memberikan keterangan setelah latihan. Copyright: © Abdurrahman Ranala/INDOSPORT
Coach Fakhri Husaini memberikan keterangan setelah latihan.

INDOSPORT.COM – Eks pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini menjadi salah satu sosok yang getol mengkampanyekan upaya perbaikan sepak bola Tanah Air, salah satunya adalah membongkar kasus pengaturan skor atau match fixing yang kini marak diungkit.

Sebelumnya Fakhri Husaini juga turut andil sebagai narasumber dalam tayangan Mata Najwa: PSSI Bisa Apa pada Rabu (28/11/18) lalu. Pelatih 53 tahun tersebut mengakui jika memang benar ada permainan mafia dan pengaturan skor di liga Indonesia.

Selain berbicara kepada media, Fakhri juga seringkali mengkampanyekan perbaikan sepak bola Indonesia melalui akun Instagram pribadinya @coachfakhri.

Salah satunya adalah melalui postingan teranyar yang menghadirkan potret eks gelandang Juventus, Andrea Pirlo yang berbicara tentang pemain yang terbukti melakukan pengaturan skor di Serie A dan Serie B pada sebuah majalah.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kata Andrea Pirlo dalam buku ini, halaman 62: "Secara pribadi, saya pikir setiap pemain yang terlibat kasus taruhan harus dicoret. Tidak ada kesempatan kedua bagi mereka yang mencuri dan bermain sembunyi-sembunyi disaat bersamaan". . . "Dan, ya, kita bisa pura-pura buta dan tuli. Di Serie B, segala jenis hal gila bisa terjadi, khususnya pada akhir musim. Beberapa pertandingan berakhir janggal dan tak seorangpun berani angkat bicara. Tak seorang pemain pun pernah berpikir lebih jauh. Ada desas-desus bahwa bahkan di Serie A, beberapa tim tertentu bersedia terlibat. Hal yang sangat sulit dilakukan oleh seorang pemain adalah melaporkan teman sejawat profesional yang mencoba melibatkannya dalam pengaturan skor". . . Halaman 63? Silahkan baca sendiri, karena saya sedang merenungkan apa yang sebenarnya terjadi di liga kita.

A post shared by Fakhri Husaini (@coachfakhri) on

“Secara pribadi, saya pikir setiap pemain yang terlibat kasus taruhan harus dicoret. Tidak ada kesempatan kedua bagi mereka yang mencuri dan bermain sembunyi-sembunyi di saat bersamaan,” kutip Fakhri sebagaimana ungkapan kata-kata dari Andrea Pirlo di halaman 62.

Menariknya, Fakhri memberikan kode keras pada masyarakat jika terdapat kejanggalan serupa di persepakbolaan Indonesia saat ini.

“Halaman 63? Silahkan baca sendiri, karena saya sedang merenungkan apa yang sebenarnya terjadi di liga kita,” tulis Fakhri di akhir caption postingannya.

Isu terkait pengaturan skor atau match fixing menyeruak jelang berakhirnya Liga 1 2018, termasuk terpilihnya 3 klub Liga 2 yang promosi ke Liga 1 musim 2019, yakni PSS Sleman, Semen Padang, dan Kalteng Putra.

Ikuti Terus Informasi Terupdate Sepak Bola dalam Negeri dan Bola Internasional Hanya di INDOSPORT.COM.

162