INDOSPORT.COM - Jepang secara tak terduga tumbang 1-3 dari Qatar pada final Piala Asia 2019 di Zayed Sports City Stadium, Abu Dhabi, Jumat (01/02/19). Kekalahan ini cukup mengejutkan mengingat pasukan Negeri Sakura adalah pengoleksi empat trofi.
Namun, nyatanya gawang Shuichi Gonda justru diberondong tiga gol lewat aksi Almoez Ali pada menit ke-12, Abdulaziz Hatem (27') serta penalti Akram Afif (83'). Sementara Jepang hanya mampu membelas sekali lewat Takumi Minamino (69').
Terkait kekalahan itu, pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, mengaku kecewa. Hanya saja, ia tidak terlalu kaget dengan kekalahan anak asuhnya karena Qatar memang tampil lebih baik dari anak asuhnya.
"Tujuan kami jelas untuk memenangkan gelar untuk penggemar kami, dan saya merasa kecewa bahwa kami tidak bisa memberikan kemenangan bagi rakyat Jepang," kata Moriyasu di laman resmi AFC.
"Ini tanggung jawab saya. Anda melihat bagaimana kami memulai permainan, kami tidak bisa mengikuti ritme dalam sistem antara Qatar dan Jepang," imbuhnya.
"Namun, saya selalu percaya tim pemenang [dari setiap turnamen] adalah yang terkuat dan, dalam hal itu, Qatar adalah tim yang lebih baik," ujar Moriyasu.
"Itu tidak mengejutkan saya. Karena kami tahu Qatar memiliki pertahanan yang ketat serta kekuatan dalam serangan. Mereka memiliki serangan cepat, bisa menggerakkan bola, dan menciptakan peluang. Saya pikir pelatih kepala sedang membangun tim yang sangat bagus untuk Piala Dunia FIFA pada tahun 2022," tuturnya menutup.
Menjadi juara Piala Asia adalah menjadi kali pertama bagi Qatar. Prestasi ini bisa membungkam segala kritik yang ada sekaligus menjadi persiapan penting sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Ikuti Terus Berita Sepak Bola dan Berita Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM