Liga Europa

Gianluca Rocchi, Wasit Final Liga Europa 2019 yang Tersandung Kasus Calciopoli 2006

Rabu, 29 Mei 2019 21:11 WIB
Penulis: Tiyo Bayu Nugroho | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Getty Images
Wasit asal Italia Gianluca Rocchi. Copyright: © Getty Images
Wasit asal Italia Gianluca Rocchi.

INDOSPORT.COM - Final Liga Europa 2018/19 akan dipimpin oleh wasit asal Italia Gianluca Rocchi. Namun, siapa yang menyangka kalau ia pernah tersandung kasus Calciopoli 2006 silam.

Rocchi resmi dipilih oleh Komite Wasit UEFA untuk memimpin partai yang begitu panas antara dua klub Kota London, Chelsea vs Arsenal, pada final Liga Europa musim ini di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/05/19) dini hari.

Ia mengaku bangga sekali bisa memimpin pertandingan final tersebut, terutama mengingat kedua tim sama-sama berasal dari London tetapi beda wilayah saja.

Rocchi akan dibantu oleh rekan senegaranya Filippo Meli dan Lorenzo Manganelli serta Daniele Orsato yang diplot sebagai wasit keempat.

Kendati begitu, mungkin penggemar sepak bola banyak yang belum tahu kalau ternyata ia pernah tersandung kasus Calciopoli pada 2006 silam.

© Nicolo Campo/GETTYIMAGES
Rocchi saat memimpin laga antara Juventus melawan AS Roma. Copyright: Nicolo Campo/GETTYIMAGESRocchi saat memimpin laga antara Juventus melawan AS Roma.

Rocchi pernah disebut terseret kasus Calciopoli 2006 yang melibatkan petinggi Juventus, Luciano Moggi, seperti yang dikabarkan sejumlah media Italia.

Lewat laporan yang disajikan dalam buku berjudul 'Verdachte voorzetten' karya Jurriaan van Wessem, Rocchi diduga melakukannya pada laga Chievo vs Lazio pada Serie A Italia 2004/05.

Chievo mendapat dua kartu merah dari Rocchi serta memberikan hadiah penalti kepada Lazio. Hal tersebut menjadi bahan perdebatan bagi di semua kalangan kala itu.

Sementara itu, berdasarkan laman Il Megafono Quotidiano juga menjelaskan bagaimana persidangan Rocchi yang diduga terlibat kasus Calciopoli 2006.

Dalam persidangan tersebut menetapkan Rocchi tak bersalah dan dibebaskan dalam proses tingkat pertama di Pengadilan Naples, Italia.

© INTERNET
Gianluca Rocchi mengeluarkan kartu merah terhadap pemain yang melanggar aturan. Copyright: INTERNETWasit Gianluca Rocchi mengeluarkan kartu merah terhadap pemain yang melanggar aturan.

Mendengar hal tersebut, Rocchi langsung menangis begitu hakim selesai membacakan vonis dan mengetuk palu. Sehingga kariernya sebagai wasit masih bisa berlanjut.

Selain itu, dalam beberapa kesempatan juga, ia pernah memberikan keputusan kontroversial, seperti laga Juventus vs AS Roma pada 2014 silam.

Di pertandingan yang berakhir dengan skor 3-2 bagi kemenangan Juventus, ada tiga penalti yang dikeluarkan oleh Rocchi di babak pertama. Dua di antaranya diberikan kepada Juventus.

Selain itu, masih di babak pertama, enam kartu kuning juga dilayangkan dari sakunya, bahkan mengusir Rudi Garcia yang saat itu masih menangani AS Roma.

Alvaro Morata dan Kostas Manolas juga dihadiahi kartu merah di pengujung pertandingan karena terlibat perkelahian lantaran tensi permainan yang panas.

Bahkan, ia mengesahkan gol Leonardo Bonucci usai mendapat umpan dari Vidal, yang pada saat itu terperangkap offside. Keputusan tersebut membuat isu Calciopoli kembali tercuat.

© INTERNET
Gianluca Rocchi menunjukan bola keluar. Copyright: INTERNETWasit Gianluca Rocchi menunjukan bola keluar.

Di sisi lain, Rocchi tercatat memberikan 23 hadiah penalti, 1057 pelanggaran, 269 kartu kuning, dan 14 kartu merah di sepanjang kariernya.

Tak pelak, kiprah Rocchi bakal mendapat sorotan sepanjang laga final Liga Europa 2018/2019 yang mempertemukan Chelsea vs Arsenal, Kamis (30/05/19) dini hari.