Liga Indonesia

Bukan Latah Ikuti Bali United, Rencana Go Public Arema FC Sudah Ada Sejak 2013

Kamis, 20 Juni 2019 14:25 WIB
Penulis: Ian Setiawan | Editor: Indra Citra Sena
© Ian Setiawan/INDOSPORT
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, menyebut klubnya ternyata sudah membahas rencana go public dengan melepas saham secara terbuka sejak lama. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, menyebut klubnya ternyata sudah membahas rencana go public dengan melepas saham secara terbuka sejak lama.

INDOSPORT.COM - Arema FC ternyata sudah membahas rencana go public dengan melepas saham secara terbuka, bahkan jauh-jauh hari sebelum yang dilakukan Bali United saat ini.

Pelepasan saham atau Initial Public Offering (IPO) memang tengah ramai diperbincangkan seiring keputusan Bali United melakukannya. Arema belakangan ramai dikabarkan segera menyusul selain Persija Jakarta dan Persib Bandung.

"Topik soal IPO ini sebenarnya sudah pernah kami bahas di kantor yang dulu (Jalan Kertanegara Kota Malang)," ungkap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo

Klub kebanggaan Aremania ini bahkan sempat nyaris merealisasikan rencana prestisius itu sekitar enam tahun silam pada 2013, namun waktu itu bisnis plan jangka panjang Arema belum jelas.

"Karena ada beberapa tim yang dinaungi Cronus (investor klub) waktu itu sehingga rencana melantai urung dilakukan," sambung Ruddy.

Kala itu, Arema menjadi satu dari tiga klub yang dimiliki Cronus Grup. Dua klub lainnya adalah RCS Vise (kasta kedua Liga Belgia), serta Brisbane Roar yang pernah meraih trofi Liga Utama Australia (A-League).

"Sekarang kami sudah memiliki PT sendiri, Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI). Mungkin perusahaan ini yang nanti bakalan di-IPO-kan," pungkasnya.

Pelepasan saham ke bursa efek memang bisa berdampak positif bagi kelangsungan hidup klub. Setidaknya, mereka akan mendapatkan dana segar melalui investasi saham yang ditanamkan oleh publik di bidang sepak bola.