Liga Indonesia

Hamka Hamzah Ajukan 2 Syarat Mutlak ke Makan Konate Jika Ingin Dinaturalisasi

Selasa, 16 Juli 2019 12:11 WIB
Penulis: Ervan Yudhi Triatmoko | Editor: Isman Fadil
© Arema FC
Makan Konate tertunduk lesu usai Arema FC dikalahkan Borneo FC di pekan ke-2 Liga 1 2019 Copyright: © Arema FC
Makan Konate tertunduk lesu usai Arema FC dikalahkan Borneo FC di pekan ke-2 Liga 1 2019

INDOSPORT.COM – Kapten tim sepak bola Arema FC, Hamka Hamzah mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi Makan Konate jika rekan setimnya itu ingin dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia.

Dalam sebuah perbincangan yang diunggah di kanal YouTube milik Hamka, bek tengah berusia 35 tahun itu menyebut Konate harus memenuhi dua syarat yang ia ajukan apabila ingin dinaturalisasi.

“Konate ini sangat berhasrat dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia. Saya sebagai teman sangat mendukung, tetapi saya harus memberikan persyaratan karena saya sedikit mempermasalahkan naturalisasi,” kata Hamka.

Dua persyaratan yang diajukan oleh Hamka kepada Konate adalah gelandang serang asal Mali itu harus punya rumah di Indonesia serta juga harus memiliki istri yang berasal dari Indonesia.

“Dia harus memiliki rumah dengan nama asli dia sendiri di Indonesia, dan juga harus memiliki istri dari Indonesia,” lanjut Hamka.

Bek kelahiran Makassar itu punya alasan sendiri mengapa mengajukan dua syarat mutlak yang harus dipenuhi Konate jika ingin dinaturalisasi.

“Apabila tidak punya rumah di Indonesia, dia akan pulang ke negaranya dan paspor Indonesia hanya akan dipakai untuk bekerja (bermain sepak bola). Dan saya juga ikut bangga jika pemain naturalisasi punya istri orang asli Indonesia, karena dia mencari nafkah untuk keluarganya di negara istrinya,” jelas Hamka.

Melihat Hamka mengajukan syarat untuknya, Konate pun mengangguk karena salah satu syarat harus punya rumah di Indonesia sudah bisa ia penuhi. Bersama keluarganya, pemain berusia 27 tahun itu memang sudah cukup lama tinggal di Indonesia.

Makan Konate sendiri mengaku sangat ingin menjadi warga negara Indonesia. Selain sudah lama berkarier di Tanah Air, ia juga tercatat belum pernah membela timnas negara asalnya di level senior. Hal itu membuat pemain kelahiran Bamako itu bisa memperkuat Timnas Indonesia jika kelak menjalani proses naturalisasi.