Liga Indonesia

Dari Bambang Pamungkas Hingga Boaz Solossa, Asa Bagus Kahfi Bersama Timnas Indonesia

Kamis, 22 Agustus 2019 09:46 WIB
Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© baguskahfiii Verified/Eli Suhaeli/INDOSPORT
Bagus Kahfi, Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa. Copyright: © baguskahfiii Verified/Eli Suhaeli/INDOSPORT
Bagus Kahfi, Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa.

INDOSPORT. COM - Tantangan baru sudah menanti pesepak bola muda Indonesia, Bagus Kahfi. Baru menginjak usia 17 tahun, Bagus Kahfi dipercaya untuk masuk ke skuat senior Timnas Indonesia.

Nama Bagus Kahfi belakangan memang sedang mencuat di jagat sepak bola nasional. Beberapa waktu lalu, Bagus Kahfi berhasil menyabet gelar top skor di ajang Piala AFF U-18 2019 bersama Timnas Indonesia U-18.

Kehebohan Bagus Kahfi tak hanya berhenti sampai di situ saja. Teranyar, Bagus Kahfi secara mengejutkan turut masuk ke dalam skuat Timnas Indonesia level senior racikan Simon McMenemy.

Penampilan apik Bagus di Timnas Indonesia U-18 diyakini menjadi alasan utama Simon McMenemy memanggilnya. Hingga muncul surat bernomor 3147/AGB/625/VIII-2019 dari PSSI yang mengundang Bagus untuk gabung ke pemusatan latihan Timnas Indonesia.

“PSSI akan melakukan latihan Tim Nasional Senior Putra Indonesia sebagai persiapan menghadapi turnamen, maka dengan ini PSSI memanggil Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri untuk hadir pada pemusatan latihan tanggal 21-26 Agustus 2019,” begitu bunyi pernyataan resmi dari PSSI.

Bagus di level junior memang memiliki kiprah yang sebagus namanya. Bersama Timnas Indonesia U-16, Bagus berhasil meraih gelar juara Piala AFF U-16 2018 sekaligus top skor kompetisi dengan torehan 12 gol.

Naik level menuju Timnas Indonesia U-18, Bagus kembali menjadi sosok tertajam di Asia Tenggara. Piala AFF U-18 2019, Bagus sukses menyabet top skor dengan torehan enam gol.

Namun, saat kini akan naik level lagi ke jenjang skuat senior Timnas Indonesia, Bagus harus lebih membuktikan diri. Maklum saja, usianya kini baru 17 tahun, atau paling muda di antara para pemain Timnas Indonesia lainnya.

Jam terbang Bagus di level klub juga tak semewah pemain-pemain lainnya. Bagus sejauh ini hanya pernah bermain di tim junior Barito Putera saja.

Demi bisa melangkah jauh, Bagus mungkin bisa belajar dari para pendahulunya. Setidaknya ada dua legenda yang dapat menjadi panutan Bagus dalam meraih asa bersama Timnas Indonesia, yakni Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa.

Asa Bagus Kahfi Bersama Timnas Indonesia

© pssi.org
Bagus Kahfi akan merayakan gol bersama rekan satu timnya. Copyright: pssi.orgBagus Kahfi akan merayakan gol bersama rekan satu timnya.

Sosok Bagus diketahui mengidolakan seorang Bambang Pamungkas. Hal itu bisa terlihat dari nomor punggung yang dipakai Bagus di Timnas Indonesia U-16 dan U-18, yakni 20.

Demi bisa menjaga asa bersinar di Timnas Indonesia, mungkin Bagus bisa belajar banyak dari idolanya itu. Bambang Pamungkas semasa masih aktif membela Timnas Indonesia, memang terkenal sebagai bomber yang cukup tajam.

Tampil pertama kali pada tahun 1999 silam, Bambang Pamungkas total telah mencetak 36 gol untuk Timnas Indonesia hingga laga terakhirnya 2012 lalu. Bambang Pamungkas pun tercatat sebagai penyerang tersubur nomor dua sepanjang sejarah Timnas Indonesia, di bawah Soetjipto Soentoro yang telah mencetak 57 gol.

Selain Bambang Pamungkas, Bagus bisa belajar dari seorang legenda lainnya, yakni Boaz Solossa. Sosok Boaz punya kisah yang mirip seperti Bagus, dipanggil oleh Timnas Indonesia di usia yang masih sangat muda.

Pada tahun 2004 silam, Boaz yang masih berusia 18 tahun, melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia. Kala itu, Boaz tampil berlaga kontra Arab Saudi di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2006 dan kalah 3-1.

Kegemilangan Boaz begitu terlihat saat dirinya kembali dipercaya membela Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2004. Berduet dengan Ilham Jaya Kusuma di lini depan, Boaz mampu mengantarkan Timnas Indonesia hingga partai final.

Boaz sendiri tercatat telah tampil dalam 48 laga bersama Skuat Garuda. Sepanjang kesempatan itu, Boaz mampu menorehkan total 14 gol ke gawang lawan.

Pertanyaan selanjutnya, kisah seperti apa yang bisa ditorehkan Bagus bersama Timnas Indonesia nanti? Mengikuti jejak Bambang Pamungkas dan Boaz, atau malah lebih hebat lagi dari keduanya?