Liga Italia

Lukaku dan Daftar Panjang Korban Rasisme dari Fans Cagliari

Senin, 2 September 2019 12:06 WIB
Penulis: Ayudya Ratna | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Twitter/@ESPNFC
Pemain baru Inter Milan, Romelu Lukaku menjadi korban aksi rasis fans Cagliari di pertandingan pekan kedua Serie A Italia, Senin (02/09/19) dini hari WIB. Copyright: © Twitter/@ESPNFC
Pemain baru Inter Milan, Romelu Lukaku menjadi korban aksi rasis fans Cagliari di pertandingan pekan kedua Serie A Italia, Senin (02/09/19) dini hari WIB.

INDOSPORT.COM - Pemain baru Inter Milan, Romelu Lukaku menjadi korban aksi rasis fans Cagliari di pertandingan pekan kedua Serie A Italia, Senin (02/09/19) dini hari WIB. 

Inter Milan berhasil memetik kemenangan keduanya di Serie A Italia usai mengalahkan tuan rumah, Cagliari dengan skor 2-1 di Sardegna Arena. Dua gol kemenangan Inter Milan dicetak oleh Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku.

Namun sangat disayangkan dalam laga itu, terjadi aksi rasis yang dilakukan fans Cagliari atas pahlawan kemenangan Inter Milan, Romelu Lukaku. Mantan striker Manchester United itu disoraki dengan suara menyerupai monyet.

Kejadian itu terjadi ketika Lukaku hendak mengambil tendangan penalti yang membuahkan gol kemenangan bagi Inter Milan.

Seruan rasis tampaknya sudah menjadi tabiat buruk fan setia Cagliari. Bukan hanya Lukaku, ada beberapa pemain lain yang pernah menjadi korban, yakni Samuel Eto'o, Sulley Muntari, Blaise Matuidi, dan Moise Kean.

Samuel Eto'o menjadi korban rasis fan Cagliari saat masih membela I Nerazzurri pada medio 2010. Namun, ia berhasil menunjukkan performa terbaiknya dengan mencetak gol kemenangan bagi Inter Milan.

Kemudian pada April 2017, penggemar I Rossoblu melontarkan ujaran rasis kepada mantan pemain AC Milan, Sulley Ali Muntari. Tak lama setelahnya, yakni pada Januari 2018, lagi-lagi fan Cagliari berulah dan Blaise Matudi menjadi korbannya. 

Pada April 2019, eks bintang muda Juventus, Moise Kean, mendapat cemooh bernada rasisme dari suporter Cagliari usai merayakan gol. 

Pemain berusia 19 tahun itu melakukan selebrasi dengan merenggangkan kedua tangannya sambil berdiri mematung menghadap ribuan fan Cagliari setelah sebelumnya selalu diolok kala sang pemain menggiring bola. 

Sontak, cemooh fans Cagliari semakin menjadi. Blaise Matuidi sempat protes kepada wasit untuk menghentikan laga, namun pertandingan hanya menyisakan waktu 4 menit. 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%