In-depth

Lukaku dan 'Penghormatan' Absurd ala Ultras Liga Italia

Kamis, 5 September 2019 07:06 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Claudio Villa - Inter/Inter via Getty Images
Romelu Lukaku, penyerang Inter Milan.jpg Copyright: © Claudio Villa - Inter/Inter via Getty Images
Romelu Lukaku, penyerang Inter Milan.jpg

INDOSPORT.COM - Bomber anyar Inter Milan, Romelu Lukaku, baru-baru ini mendapat perlakuan rasis saat membela timnya melawan Cagliari, Minggu (01/09/19). 

Tandang ke markas Cagliari di Sardegna Arena pada pekan kedua Serie A Italia, Lukaku bermain sejak menit awal dan turut mencetak gol kemenangan pada menit ke-72 melalui titik penalti. 

Namun siapa sangka, sesaat sebelum mengeksekusi penalti, Lukaku jadi sasaran hinaan fans Cagliari. Dilansir dari Sky Sports, suporter tim tuan rumah menirukan suara-suara monyet ke penyerang asal Belgia tersebut. 

Tidak ada respons khusus dari Lukaku, kecuali dirinya yang berhasil mencetak gol untuk kemenangan Inter Milan 2-1. 

Romelu Lukaku pun melengkapi sederet pemain kulit hitam yang pernah mendapat perlakuan rasis dalam beberapa waktu belakangan dari fans Cagliari. 

Sebelumnya, mantan penyerang Juventus, Moise Kean, dan eks gelandang Pescara, Sulley Muntari, juga pernah mendapat perlakuan rasial dari pendukung Rossoblu. 

Ultras Inter Milan Bereaksi

Mendengar kabar bombernya mendapat perlakuan rasis, ultras Inter Milan yang dikenal dengan L'Urlo della Nord pun langsung bereaksi melalui surat terbuka yang dimuat di halaman resmi Facebook mereka. 

Akan tetapi, alih-alih mengutuk aksi tersebut, dalam surat itu L’Urlo della Nord justru mendukung apa yang dilakukan suporter Cagliari. 

Ultras Inter tak keberatan dengan sikap fans Cagliari yang mengejek Lukaku. Menurut mereka, chants monyet yang dilakukan fans Cagliari adalah 'cara' untuk menolong tim yang mereka bela. 

"Kami memahami bahwa ini bisa terlihat rasis bagi Anda, tetapi tidak seperti itu. Di Italia kami menggunakan beberapa 'cara' hanya untuk 'membantu tim kami' dan mencoba membuat lawan kami gugup, bukan untuk rasisme tetapi untuk mengacaukan mereka.

Kami adalah organisasi penggemar multi-etnis dan kami selalu menyambut pemain dari mana-mana. Namun, kami selalu menggunakan 'cara' itu dengan pemain tim lain di masa lalu dan kami mungkin akan melakukannya di masa depan.Kami bukan rasis dan begitu juga dengan  fans Cagliari," demikian penggalan surat dari L’Urlo della Nord. 

Ultras: Rasisme adalah Bentuk 'Penghormatan' untuk Lukaku

Lebih lanjut, Ultras Inter menyebut hal ini memang lazim dilakukan di semua stadion di Italia. 

Mereka pun meminta secara khusus kepada Lukaku agar menganggap kejadian ini sebagai bentuk penghormatan terhadap fakta bahwa mereka (fans Cagliari) takut pada Lukaku untuk gol yang bakal dicetak dan bukan karena mereka membenci secara personal. 

"Tolong anggap sikap penggemar Italia ini sebagai bentuk penghormatan terhadap fakta bahwa mereka takut pada Anda untuk gol yang mungkin Anda cetak melawan tim mereka dan bukan karena mereka membenci Anda atau mereka rasis."

Menurut Ultras Inter Milan, rasisme sejati adalah kisah yang sama sekali berbeda dengan kejadian di Sardinia dan semua penggemar sepak bola Italia tahu tentang itu. 

Ultras Inter juga meminta agar Lukaku tak memerangi rasisme di sepak bola Italia. Jika hal itu dilakukan, maka sama saja Lukaku dan lainnya membantu menekan semua penggemar sepak bola di Italia, termasuk fans Inter Milan. 

Ketika Anda menyatakan bahwa rasisme adalah masalah yang harus diperangi di Italia, Anda hanya membantu penindasan terhadap semua penggemar sepak bola termasuk kami dan Anda berkontribusi untuk menciptakan masalah yang tidak benar-benar ada, bukan dengan cara yang dirasakan di negara lain."