In-depth

Selamat Datang, Pengadilan Zinedine Zidane di Real Madrid

Jumat, 13 September 2019 08:00 WIB
Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
 Copyright:
2 Pekerjaan Rumah

Di awal musim 2019/20, setidaknya ada dua pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Zinedine Zidane bila ingin terus melatih Real Madrid.

PR pertama ialah fokus pemain di 20 menit akhir pertandingan, terutama di lini belakang. Semua empat gol kemasukan El Real di LaLiga musim ini nyatanya selalu tercipta pada periode tersebut.

Sebagai catatan, total empat kebobolan itu sudah lebih banyak dari yang mereka derita hingga pekan ketiga LaLiga 2018/19, yakni dua kemasukan saja.

Saat mengalahkan Celta Vigo 3-1 di pekan pembuka LaLiga 2019/20, Real Madrid kemasukan gol tuan rumah di masa injury time lewat Iker Losada.

Lalu, pemain Real Valladolid, Sergi Guardiola, mencetak gol penyama kedudukan 1-1 pada menit ke-88. Kemudian, Moi Gomez membukukan gol Villarreal kedua pada menit ke-74 awal September lalu.

Artinya, Zidane perlu lebih keras menginstruksikan soal konsentrasi hingga menit terakhir kepada tim asuhannya.

Lalu, PR kedua ialah formasi. Zidane memang sempat mengungkapkan pada April 2019 silam bahwa ia akan meninggalkan pola 4-3-3 favoritnya untuk musim 2019/20.

Akan tetapi, pelatih asal Prancis itu masih mencari-cari skema paling tepat. Pasalnya, ia menggunakan formasi berbeda di tiga laga LaLiga 2019/20.

Kontra Celta Vigo, Zidane masih memakai 4-3-3. Dia kemudian mengubah formasi menjadi 4-1-4-1 vs Valladolid. Terakhir, Zizou mencoba 4-4-2 melawan Villarreal.

Gonta-ganti formasi mengharuskan pemain untuk beradaptasi. Hal ini dapat mengganggu upaya Real Madrid untuk konsisten meraih kemenangan. Maka, penting bagi Zinedine Zidane untuk menetapkan pola yang ia mau untuk 2019/20.