Liga Inggris

3 Transfer Besar yang Sia-sia di Liga Inggris

Sabtu, 5 Oktober 2019 02:13 WIB
Editor: Juni Adi
© GETTY IMAGES
Andy Carroll saat masih membela Liverpool. Copyright: © GETTY IMAGES
Andy Carroll saat masih membela Liverpool.

INDOSPORT.COM - Liga Inggris disebut-sebut jadi salah satu kompetisi terbaik di dunia, lnataran banyak diisi oleh pemain bintang hebat seluruh penjuru dunia. 

Banyaknya pemain hebat juga tidak lepas dari keberanian klub-klub pesertanya membakar uang, untuk mendatangkan sang pemain incarannya.

Tak hanya untuk membangun skuat yang tangguh, mendatangkan pemain bintang ternama yang mahal juga bisa jadi investasi bagi klub dalam bentuk prestasi dan trofi juara. 

Namun sayangnya, tidak semua klub bernasib bagus dalam membeli pemain bintang incaran dengan harga fantastis. Pembelian mereka bisa berujung sia-sia karena sang pemain tidak bisa tampil sesuai harapan:

Berikut ini 3 transfer mahal di Liga Inggris yang sia-sia seperti dilansir Thesportsrush.

1. Andy Carroll (Newcastle United ke Liverpool)

Sebelum era Jurgen Klopp, Liverpool kerap melakukan blunder dalam kebijakan transfer mereka, salah satu keputusan fatal yang paling dikenang dalam benak fans adalah pembelian Andy Carroll.

Carroll diboyong dari Newcastle United pada tahun 2011 lalu, untuk menggantikan peran Fernando Torres yang hengkang ke Chelsea.

The Reds menebusnya dengan harga 35 juta poundsterling, dan membuatnya jadi pemain termahal Liga Inggris saat itu. Setelah diboyong ke Anfield dengan harga mahal, Carroll tidak mampu memenuhi harapan. 

Ketajamannya sebagai seorang penyerang sangat tumpul, jauh berbeda kala masih berseragam The Magpies. Dari 58 pertandingan di semua kompetisi dan berhasil mencetak 11 gol.

2. Alvaro Morata (Real Madrid ke Chelsea)

© Getty Images
Selebrasi Alvaro Morata usai mencetak gol untuk Chelsea. Copyright: Getty ImagesSelebrasi Alvaro Morata saat mencetak gol untuk Chelsea.

Chelsea membutuhkan sosok striker tajam dan haus gol di lini depan mereka, setelah melihat barisan pemain depannya tampil kurang memuaskan. Pilihan pun jatuh kepada Alvaro Morata. 

The Blues membutuhkan sosok striker tajam dan haus gol di lini depan mereka, setelah barisan pemain depannya tampil kurang memuaskan. 

Pilihan pun jatuh kepada Alvaro Morata. Ia dibeli dari Real Madrid pada tahun 2017 lalu, dengan harga 60 juta poundsterling. Namun ketajaman Morata di tidak seperti ia bermain di dua klub sebelumnya, Madrid dan Juventus.

Fans pun kecewa berat, sehingga pemain asal Spanyol itu kerap menghuni bangku cadangan. Selama bermain di Chelsea, Morata hanya mampu mencetak 24 gol dalam 72 penampilan.

3. Alexis Sanchez (Arsenal ke Manchester United)

© Getty Images
Alexis Sanchez, gelandang serang Manchester United. Copyright: Getty ImagesAlexis Sanchez, saat masih di Manchester United.

Tukar guling transfer yang dilakukan oleh Manchester United kepada Henrikh Mkhitaryan yang dijual ke Arsenal, dan mendatangkan Alexis Sanchez pada Januari 2018 lalu rupanya menjadi sebuah keputusan blunder.

Pasalnya, pemain asal Chile itu tidak mampu tampil sesuai harapan. Sanchez hanya berhasil mencetak 5 gol dan 9 assist dari 45 penampilan di semua kompetisi.

Catatan golnya itu kemudian menjadi bahan pertimbangan manajemen Setan Merah untuk mendepaknya ke Inter Milan, musim panas ini. Padahal, ia dikontrak sebagai pemain bergaji termahal di Old Trafford.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%