INDOSPORT.COM - CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, menanggapi aksi demonstrasi salah satu kelompok suporternya yakni PSM Fans. Sesaat setelah laga PSM melawan PSS Sleman berakhir di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (15/12/19).
PSM Fans melakukan aksi demonstrasi dengan berusaha merangsek masuk ke tengah lapangan saat Marc Klok dkk. sedang menyanyikan athem klub. Bahkan, kebiasaan pemain PSM mengelilingi stadion untuk menyapa seluruh kelompok suporter batal dilakukan.
Sejumlah oknum suporter PSM Fans melempari pemain dengan kembang api dan berusaha mengejar pemain. Beruntung, aksi demonstrasi tersebut dengan sigap diamankan oleh panpel, pihak kepolisian, dan penyerang Ferdinand Sinaga.
"Saya cuma melarang mereka. Tidak usah lagi pemain dilempari, dicaci, dan sebagainya. Hal apa yang akan didapatkan dengan melakukan itu?" ungkap Munafri yang ditemui awak media olahraga Makassar setelah kejadian tersebut.
"Saya menegur mereka, kita harus sama-sama menerima apa yang terjadi sekarang. Kalaupun kita mencari siapa yang paling sedih dengan keadaan PSM sekarang, saya mungkin yang paling sedih," kata Munafri lagi.
Kelompok suporter yang dikenal menganut aliran ultras itu melakukan aksi demonstrasi atas jebloknya performa PSM di ajang Shopee Liga 1 2019. Hingga menyisakan satu laga tersisa, Pasukan Ramang berkutat di papan tengah, tepatnya peringkat ke-10 di klasemen sementara.
Padahal, PSM mampu meraih trofi Kratingdaeng Piala Indonesia 2018/19 dan menembus semifinal zona ASEAN Piala AFC 2020. Akan tetapi, berada di peringkat ke-10 di Liga 1 2019 membuat sejumlah suporter kecewa karena PSM selalu berada di tiga besar pada dua edisi Liga 1 sebelumnya.