Bola Internasional

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Pernah Hancurkan Mimpi Jerman di Piala Dunia 2018

Senin, 23 Desember 2019 15:49 WIB
Penulis: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya menunjuk pria asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sebagai pelatih Timnas Indonesia. Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya menunjuk pria asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sebagai pelatih Timnas Indonesia.

INDOSPORT.COM - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya menunjuk pria asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Hal itu disampaikan wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Soemantri, namun baru akan memperkenalkan Shin Tae-yong secara resmi pada Januari 2020 mendatang.

Dari penelusuran INDOSPORT, Shin Tae-yong merupakan pelatih yang sukses menghancurkan mimpi tim favorit juara di Piala Dunia 2018 lalu.

Saat Shin Tae-yong menjadi pelatih kepala Korea Selatan, ia berhasil menghentikan langkah Jerman untuk lolos ke dari fase Grup F Piala Dunia 2018.

Jerman juga merupakan juara bertahan yang berhasil mengangkat piala pada 2014 silam.

Dalam partai terakhir Grup F Piala Dunia 2018 lalu, secara mengejutkan Korea Selatan mampu menang 2-0 atas Jerman.

Dilansir dari Transfermarkt, Shin Tae-yong menggunakan formasi 4-4-2 untuk bisa mematikan barisan tengah Jerman yang dihuni banyak pemain kelas dunia.

Mereka sukses menutup ruang gerak yang dimotori oleh Ozil, Khedira dan Toni Kroos. Jerman yang dilatih oleh Joanchim Loew terlihat menggunakan formasi 4-2-3-1.

Dua gol dari Korea Selatan berhasil tercipta dari skema serangan balik yang dicetak oleh Kim Young-gwon (90+3) dan Son Heung-min (90+6).

Dengan hasil tersebut, Jerman menjadi juru kunci klasemen Grup F Piala Dunia 2018 dengan mengoleksi 3 poin berkat kemenangan 2-1 atas Swedia.

Dengan pengalamannya di Piala Dunia 2018 lalu, Shin Tae-yong diharapkan mampu membuat formasi Timnas Indonesia di lapangan menjadi tambah solid.

1