Liga Indonesia

Jelang Liga 1 2020, PT LIB 'Tagih' Janji Manis Ketum PSSI

Selasa, 24 Desember 2019 15:37 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Herry Ibrahim
© Petrus Manus Da'Yerimon/Indosport.com
Komisaris PT LIB, Gusti Randa menunggu realisasi penambahan subsidi untuk klub Liga 1 2020 yang dijanjikan Ketum PSSI, Mochammad Iriawan. Copyright: © Petrus Manus Da'Yerimon/Indosport.com
Komisaris PT LIB, Gusti Randa menunggu realisasi penambahan subsidi untuk klub Liga 1 2020 yang dijanjikan Ketum PSSI, Mochammad Iriawan.

INDOSPORT.COM - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga, melalui komisarisnya, Gusti Randa menunggu realisasi penambahan subsidi untuk klub Liga 1 2020 yang dijanjikan ketua umum PSSI, Mochammad Iriawan alias Iwan Bule. Sebelumnya, Iwan Bule berjanji akan memberi subsidi tim-tim Liga 1 hingga Rp15 miliar jika dirinya terpilih sebagai orang nomor satu di PSSI.

Gusti Randa mengatakan, jika janji tersebut terealisasi, maka sangat membantu klub. Permasalahan seperti tunggakan gaji, kemungkinan sedikit teratasi.

"Ketum PSSI pernah bilang ada subsidi sampe Rp15 miliar, tapi tentu kami kembalikan ke PSSI, bisa terwujud atau tidak," katanya.

"Dua tahun terakhir hanya Rp7,5 milira dan itu agak sulit. Kalau benar terjadi (kenaikan subsidi) tentu klub akan senang dan terhindar tunggakan gaji karena ada beberapa klub belakangan yang terjadi," imbuh Gusti Randa.

Tak hanya subsidi untuk tim Liga 1, Iwan Bule juga menjanjikan subdisi Rp5 miliar untuk tim-tim Liga 2 dan Rp 1 miliar untuk tim-tim Liga 3. Ia menyebut sumber pendanaan datang dari sponsor bisa direalisasikan guna pembiayaan pengembangan sepak bola Indonesia.

Sementara itu, kick off Liga 1 2020 dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret. LIB dilaporkan telah menyusun jadwal tersebut dan rencananya berakhir pada awal November 2020.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%