Liga Italia

Pemain Berdarah Indonesia di Italia Takut Tulari Corona ke Istrinya yang Idap Kanker

Kamis, 26 Maret 2020 13:34 WIB
Penulis: Ayudya Ratna | Editor: Isman Fadil
© Enrico Locci/Getty Images
Radja Nainggolan saat membela Cagliari melawan SPAL Copyright: © Enrico Locci/Getty Images
Radja Nainggolan saat membela Cagliari melawan SPAL

INDOSPORT.COM - Pemain berdarah Indonesia, yang kini berkarier di klub Liga Italia Cagliari, Radja Nainggolan, khawatir dirinya tertular virus Corona dan bisa membahayakan istrinya yang tengah berjuang melawan kanker. 

Italia kini menjadi pusat wabah pandemi Covid-19, setelah angka kematian terus bertambah hingga melebihi China, tempat di mana virus tersebut berasal. 

Hal ini membuat Radja Nainggolan ketakutan. Pasalnya, beberapa pemain Serie A, seperti Daniel Rugani, Paulo Dybala, Patrick Cutrone sudah posituf corona. 

Radja Nainggolan khawatir dirinya ikut tertular, sementara istrinya, Claudia, sedang berjuang melawan kanker. Jika Nainggolan positif, otomatis sang istri berkemungkinan alami hal sama. Ini tentu sangat berisiko.

"Virus corona adalah masalah yang besar. Kami terus membahas hal ini. Kami berharap semua segera berakhir," ujar Nainggolan, di Instagramnya. 

"Claudia memiliki kekebalan yang lemah karena kanker, kini ia tak dapat melakukan terapi dan pengobatan di rumah sakit,"

"Sementara, saya harus keluar untuk belanja kebutuhan sehari-hari, bisa saja kan saya tertular virus tersebut. Nah, yang saya takutkan, saya bisa menularkan virus ini kepadanya. Maka dari itu, saya berusaha berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan," imbuh eks pemain AS Roma tersebut. 

Sejak diboyong Cagliari dari Inter Milan dengan status pinjaman pada busra transfer musim panas 2019, Radja Nainggolan telah mengemas 5 gol dan 1 assist dalam 24 penampilannya bersama Cagliari.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%