Liga Indonesia

Nostalgia Persijatim Solo FC: Si 'Anak Tiri' Sutiyoso, Pencetak Bintang Timnas, Persib dan Persija

Senin, 30 Maret 2020 15:29 WIB
Penulis: Ronald Seger Prabowo | Editor: Arum Kusuma Dewi
© Twitter/Memori Ligina
Persijatim Solo FC Copyright: © Twitter/Memori Ligina
Persijatim Solo FC

INDOSPORT.COM - Kota Solo tak bisa dilepaskan dari cerita dan sejarah sepak bola Indonesia. Betapa tidak, klub kebanggaan masyarakat Kota Bengawan, Persis Solo jadi salah satu pendiri PSSI dengan enam tim lainnya.

Namun, ada fakta unik tetang klub sepak bola Solo. Sebab, daerah asal Presiden Joko Widodo itu pernah disinggahi tim-tim asal Jakarta yang memilih pindah ke kota berpenduduk lebih dari 500 ribu jiwa tersebut.

Mulai Arseto Solo, Pelita Solo, hingga Persijatim Solo FC. Bahkan Arseto Solo pernah memberikan warna harum saat jadi kampiun Galatama edisi 1992.

Mereka mendapat sambutan positif dari masyarakat pecinta sepak bola Solo, termasuk Persijatim, tim terakhir ibu kota yang memutuskan pindah. Sebelumnya, klub berkostum merah hitam tersebut bermarkas di Stadion Bea Cukai Rawamangun, Jakarta Timur.

Hanya saja, Persijatim saat itu bak Si 'Anak Tiri' karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso lebih condong memberikan dukungan ke Persija Jakarta Pusat sebagai tim elite di sepak bola Tanah Air. Sang pemilik, G.H Sutejo dengan  manajer Mohammad Zein (Sekjen PSSI saat itu) akhirnya memboyong Persijatim ke Solo.

Singkat cerita, mereka akhirnya bertransformasi menjadi Persijatim Solo FC atau suporter kala itu menyebut dengan Solo FC saja. Bertahan selama tiga musim, mereka akhirnya dibeli Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan berganti nama Sriwijaya FC hingga saat ini.

The Young Guns

Selama tiga musim, Persijatim Solo FC terkenal dengan skuat berjuluk The Young Guns karena mayoritas berisi pemain muda di bawah 22 tahun. Namun, para meriam muda itu kelak jadi bintang Timnas Indonesia dan beberapa klub besar mulai Persib Bandung bahkan Persija Jakarta.

Sebut saja trio Persija saat ini, Ismed Sofyan, Maman Abdulrahman, hingga Toni Sucipto. Maman yang jadi bek utama musim 2003 masih berusia 20 tahun, sementara Toni dua tahun lebih muda dari Maman.

Masih di skuat musim itu, pemain-pemain muda di bawah 20 tahun yang akhirnya menjadi bintang adalah kiper Ferry Rotinsulu, mantan bintang Persib Bandung Eka Ramdani dan Boy Jati Asmara, Rudi Widodo (eks Persija), Wijay (eks Persebaya Surabaya).

Lalu bomber Madura United, Greg Nwokolo saat itu berstatus pemain asing asal Nigeria yang masih berusia 17 tahun!

Beberapa waktu lalu dalam sebuah laga amal di Solo, Eka Ramdani sempat mengutarakan cerita indahnya kala memperkuat Solo FC.  Apalagi, performa apiknya membuat dirinya dipanggil Timnas Indonesia U-23 bersama Maman dan pemain asal Medan, Sucipto.

"Banyak cerita indah di Solo karena dari sinilah kami mulai dikenal dan meraih banyak kesuksesan. Jadi rindu suasana saat masih di Persijatim," ungkap Eka di Solo.

Hal yang sama juga diceritakan Toni Sucipto. Bek Persija itu masih ingat beberapa tempat yang jadi favorit nongkrong usai latihan atau selepas bertanding saat masih membela Solo FC.

"Ada wedangan yang berada di depan Stadion Manahan. Saya lupa namanya, tapi biasanya setelah latihan sama anak-anak sering nongkrong dan ngobrol di situ," kata dia.

Kini, Persis Solo jadi satu-satunya klub kebanggaan pecinta sepak bola di Bumi Bengawan. Masih berkutat di Liga 2, tim Laskar Sambernyawa berusaha menggapai prestasi tertinggi seperti saat masih di era Liga Perserikatan.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
75%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
25%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%