Bola Internasional

Alasan Mulia Bintang Bayern Munchen Langgar Aturan Klub soal Isolasi Diri

Kamis, 2 April 2020 19:22 WIB
Penulis: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya | Editor: Nugrahenny Putri Untari
© Getty Images
Bintang Bayern Munchen, Jerome Boateng, memiliki alasan berkelas saat melanggar aturan klub soal isolasi di rumah masing-masing. Copyright: © Getty Images
Bintang Bayern Munchen, Jerome Boateng, memiliki alasan berkelas saat melanggar aturan klub soal isolasi di rumah masing-masing.

INDOSPORT.COM - Bintang Bayern Munchen, Jerome Boateng, belum lama ini melanggar aturan klub soal isolasi sehingga dirinya mendapat hukuman dari Die Roten. Namun seusainya, ia membeberkan alasan di balik pembangkangannya tersebut.

Dilansir dari laman Caught Offside, pemain berkebangsaan Jerman ini memutuskan melarang aturan klub soal isolasi. Dalam laporan tertuliskan bahwa pihak Bayern Munchen geram dengan pembangkangan yang dilakukan Boateng.

"Boateng telah melanggar aturan yang dikeluarkan oleh klub karena pergi dari rumahnya (isolasi). Aturan ini mengatur perilaku para pemain Bayern Munchen dalam situasi saat ini sejalan dengan arahan pemerintah dan otoritas kesehatan," ujar pihak klub.

Namun Jerome Boateng memiliki alasan tersendiri mengapa ia melanggar aturan dari Bayern Munchen. Ia menyebutkan bahwa dirinya ingin mengunjungi putranya yang sakit dan terlibat kecelakaan sehingga keluar dari masa isolasinya.

"Saya tahu itu pasti kesalahan untuk tidak memberi tahu klub tentang kepergian saya. Tapi pada saat itu saya hanya memikirkan anak saya. Kondisinya sedang sakit. Jika seorang anak memanggil ayahnya, saya akan pergi kapan pun," ucap Boateng.

Disebutkan pihak klub tidak memberi toleransi atas alasan yang dibuat Jerome Boateng. Pemainnya tersebut akan dijatuhi hukuman denda di mana jumlah denda tersebut akan disumbangkan untuk rumah sakit setempat.

Sejak wabah pandemi Corona menyerang daratan Eropa, banyak klub yang mengambil tindakan tegas untuk melarang pemainnya keluar atau bepergian untuk mencegah penyebaran wabah dari Wuhan, China tersebut.