Bola Internasional

Melihat Liga Tajikistan, Penyumbang Pemain ke Indonesia yang tetap Bergulir Saat Pandemi Virus Corona

Jumat, 3 April 2020 06:29 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Rafif Rahedian
© APKPure.com
Liga Tajikistan tetap bergulir akhir pekan ini di tengah pandemi virus corona. Berikut sekilas tentang kompetisi yang rajin menghadirkan pemain ke Indonesia. Copyright: © APKPure.com
Liga Tajikistan tetap bergulir akhir pekan ini di tengah pandemi virus corona. Berikut sekilas tentang kompetisi yang rajin menghadirkan pemain ke Indonesia.

INDOSPORT.COM – Liga Tajikistan akan tetap bergulir akhir pekan ini di tengah pandemi virus corona. Berikut sekilas tentang kompetisi yang rajin menyumbangkan pemain ke Indonesia itu.

Saat kompetisi sepak bola di hampir seluruh belahan dunia harus dihentikan akibat penademi virus corona, Liga Tajikistan justru akan terus bergulir akhir pekan ini, Minggu (05/04/20).

Memainkan tiga pertandingan pada akhir pekan ini, yang semuanya merupakan laga pekan pertama musim 2020, tak pelak membuat Liga Tajikistan menjadi perhatian hampir seluruh penggemar sepak bola di dunia.

Sebab menjadi sangat menarik, selain terus bergulir di tengah pandemi virus corona, secara geografis negara Tajikistan sebenarnya juga berbatasan langsung dengan China. Negara yang menjadi awal virus corona itu bermula.

Selain itu, buat penggemar sepak bola di Indonesia, Liga Tajikistan sebenarnya juga memiliki kisah yang menarik untuk dicermati. Karena banyak jebolan dari kompetisi tersebut yang kemudian mengadu nasib di Liga 1 Indonesia.

Berkaca pada hal itu, berikut INDOSPORT rangkumkan cerita singkat mengenai Liga Tajikistan dan hubungannya dengan Indonesia.

Liga Tajikistan

Jika merujuk pada era sebelum Tajikistan merdeka, atau masih bergabung dengan Uni Soviet, kompetisi sepak bola di negara Asia Tengah itu sudah ada sejak tahun 1937.

Namun jika merujuk pada kompetisi yang ada saat ini, Liga Tajikistan terhitung masih berusia muda. Sebab baru digulirkan sejak tahun 1992, atau satu tahun setelah keruntuhan Uni Soviet.

Sejak dimulai pada tahun 1992, kompetisi kasta tertinggi Liga Tajikistan hanya dihuni oleh delapan klub. Namun baru di musim ini, kasta tertinggi Liga Tajikistan diikutsertakan oleh 10 klub.

Dalam format delapan klub itu harus melalui kompetisi selama semusim yang terbagi dalam 21 pekan. Sementara untuk musim ini, dengan 10 kontestan, kompetisi akan berlangsung lebih lama, hingga pekan ke-27.

Nantinya selain satu klub yang otomatis langsung menjadi juara sebagai pemuncak klasemen. Ada juga satu tim yang langsung dipastikan degradasi sebagai juru kunci dan satu lagi yang harus melalui jalur play-off terlebih dahulu.

Musim ini, Liga Tajikistan akan diikuti klub-klub mulai dari CSKA Pamir, Istaravshan, Khatlon, Khujand, Kuktosh, Regar-TadAZ, Dushanbe-83, Fayzkand, Lokomotiv-Pamir hingga klub yang paling sering meraih gelar juara, Istiklol.

Istikol itu juga menjadi salah satu klub Liga Tajikistan yang mantan pemainnya kemudian melanglang buana di Liga 1 Indonesia.

Jebolan Liga Tajikistan di Liga 1

Sejak beberapa musim terakhir, atau setelah klub Liga Indonesia diharuskan merekrut satu pemain asing asal Asia, pemain-pemain jebolan Liga Tajikistan mulai laris manis menjadi pilihan.

Banyak dari mereka yang datangnya dari klub tersukses Liga Tajikistan, Istiklol. Seperti yang juga terjadi di Liga 1 2020 ini. Saat ini ada mantan pemain Istiklol, yakni Nuruddin Davronov (Borneo FC).

Sebelum Davronov yang untuk kedua kalinya kembali bermain di Indonesia, juga ada nama tenar eks Liga Tajikistan lainnya yang sempat mentas di tanah air.

Seperti pemain berlabel Timnas yang pernah sukses di Sriwijaya FC dan Persebaya, Manuchekhr Dzhalilov, eks TIRA Persikabo Khurshed Beknazarov, juga ada Fatkhullo Fatkhuloev yang pernah memperkuat Persela Lamongan tahun 2018 lalu.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%