In-depth

Anwar Ujang, Legenda PSMS dan Timnas yang Pernah Dipuji Pele

Minggu, 26 April 2020 18:40 WIB
Penulis: Aldi Aulia Anwar | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Dok. Aguz Al Fatih
Anwar Ujang (kanan) bersama legenda Brasil dan Santos, Pele (kiri). Copyright: © Dok. Aguz Al Fatih
Anwar Ujang (kanan) bersama legenda Brasil dan Santos, Pele (kiri).

INDOSPORT.COM - Termasuk pernah disanjung Pele, berikut fakta dari legenda Timnas Indonesia dan klub yang saat ini di Liga 2 2020 PSMS Medan, Anwar Ujang.

PSMS Medan adalah tim legendaris Indonesia yang sudah enam kali menjuarai kompetisi PSSI pada era Perserikatan, yakni 1967, 1969, 1971, 1975 (juara bersama Persija), 1983 dan 1985.

Pada era keemasan tersebut, PSMS sering memberikan kontribusi terutama untuk skuat Timnas Indonesia, termasuk salah satunya sosok Anwar Ujang.

Berikut media olahraga INDOSPORT, coba rangkum fakta-fakta menarik terkait tentang pemain berposisi sebagai stopper semasa kariernya tersebut.

1. Bersama Timnas Indonesia

Pemain kelahiran Cikampek, Karawang, Jawa Barat, 2 Maret 1945, ini mantan pemain timnas Indonesia pada era 1960-an sampai 70-an dan salah satu pemain legendaris PSMS Medan seangkatan dengan Ronny Pasla, Tumsila, Wibisono, Parlin Siagian dan Nobon Kayamuddin.

"Pemain dengan nomor punggung 5 ini pertama kali bergabung dengan PSSI pada April 1965 dan menjadi kapten tim PSSI pada tahun 1971-1974," kata pemerhati PSMS, Indra Efendi Rangkuti, kepada INDOSPORT.

2. Dijuluki Beckenbauer Indonesia dan Duel dengan Pele

Pada masa jayanya, Anwar Ujang sering dijuluki Beckenbauer Indonesia dan bersama tim Indonesia sering melakukan pertandingan melawan tim-tim dari Eropa dan Asia.

Salah satu momen sang legenda yakni memperkuat Timnas saat bersua klub asal Brasil, Santos, yang diperkuat bintang legendaris Pele pada 21 Juni 1972 silam.

"Di laga itu Timnas Indonesia diperkuat 4 pemain PSMS Medan sebagai starter yaitu Ronny Pasla (kiper), Anwar Ujang (stoper/kapten), Sunarto (bek kiri) dan Yuswardi (bek kanan). Hasil akhir Timnas kalah 2-3," sebut Indra.

"Setelah pertandingan, menjadi headline di berbagai media masa kala itu, bahwa Pele sempat memberikan pujian kepada Anwar Ujang sebagai pemain terbaik. Dia dipuji karena mampu mematikan pergerakan Pele," lanjutnya.

1