Bola Internasional

Beb Bakhuys, Penyerang Timnas Belanda Kelahiran Pekalongan

Minggu, 3 Mei 2020 13:16 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Lanjar Wiratri
© Galang Kurniawan/INDOSPORT
Beb Bakhuys adalah pesepak bola kelahiran Pekalongan yang sempat bermain di Surabaya dan juga menjadi andalan Timnas Belanda di Piala Dunia. Copyright: © Galang Kurniawan/INDOSPORT
Beb Bakhuys adalah pesepak bola kelahiran Pekalongan yang sempat bermain di Surabaya dan juga menjadi andalan Timnas Belanda di Piala Dunia.

INDOSPORT.COM – Beb Bakhuys adalah pesepak bola kelahiran Pekalongan yang sempat bermain di Surabaya dan juga menjadi andalan Timnas Belanda di Piala Dunia.

Selain kisah Timnas Indonesia yang masih bernama Hindia Belanda yang tampil di Piala Dunia 1938, pada masa sebelum kemerdekaan juga ada kisah menarik sepak bola Tanah Air dari sosok bernama Beb Bakhuys.

Beb Bakhuys atau yang bernama asli Elisa Hendrik Bakhuys bukan merupakan bagian dari skuat Timnas Hindia Belanda di Piala dunia 1938. Namun dirinya merupakan salah satu pesepak bola kelahiran Indonesia, yang bisa tampil di Piala Dunia pada tahun 1934.

Bakhuys adalah pria kelahiran Pekalongan 16 April 1909 dari kedua orang tuan yang asli merupakan orang Belanda. Hanya sampai usia tujuh tahun di Hindia Belanda atau Indonesia, Bakhuys kemudian diboyong sang ayah, Bakhuys van der Mandele, kembali ke Belanda pasca kematian sang Ibu.

Di Belanda kemudian Bakhuys tumbuh menjadi remaja yang mengambil jalan sebagai pesepak bola. Di usia yang baru sekitar 14 tahun, kala memperkuat klub besar Liga Belanda kala itu, HBS.

Mencetak enam gol dari sembilan penampilannya bersama HBS selama semusim, Bakhuys kemudian hijrah ke Zwolsche AC. Namun lantaran mendapatkan tawaran pekeraan di Batavia Petroleum Company, Bakhuys akhirnya Kembali ke Indonesia dan menetap di Surabaya pada sekitar tahun 1930-an.

Di Surabaya bakat luar biasa Bakhuys di sepak bola disalurkan dengan bergabung ke klub bentukan masyarakat Belanda di Surabaya, bernama Tot Heil Onzer Ribbenkast (THOR).

Tiga tahun menetap di Surabaya, nasib membawa Bakhuys Kembali ke Negara asalnya pada tahun 1933. Lantaran perushaan yang mempkerjakannya mengalami kebangkrutan. Sekembalinya ke Belanda, Bakhuys pun Kembali memperkuat klub lamanya, Zwolsche AC (ZAC).

Semasa membela ZAC itu, penampilan bagus Bakhuys lantas membawanya ke dalam skuat Timnas Belanda yang bertanding di Piala Dunia 1934. Meski akhirnya harus langsung tersingkir di pertandingan pertama (16 besar) usai kalah dari Swiss 2-3.

Sempat Kembali ke HBS pada tahun 1935, Bakhuys kemudian berlabuh ke Venlose Voetbal Vereniging (VVV) selama setengah musim di tahun 1937, sampai datang tawaran kontrak dari klub asal Prancis, FC Metz. 

Menerima pinangan klub Liga Prancis FC Metz, membuat Bakhuys menjadi pemain Belanda kedua yang bisa berkarier di kompetisi negara lain di Eropa.

Dengan posisi sebagai penyerang dan memiliki kelebihan dalam duel bola atas dan juga tendangan keras jarak jauh, sepanjang karier Beb Bakhuys tercatat bisa menorehkan total 28 gol dari hanya 23 penampilannya bersama Timnas Belanda.

Lahir di pekalongan pada tahun 1909. Beb Bakhuys kemudian menghembuskan napas terakhirnya di kota The Hague Belanda pada 7 Juli 1982 pada usia 73 tahun.