Liga Spanyol

Menelusuri Dinasti Winger Hebat Portugal yang Gagal di Barcelona

Kamis, 7 Mei 2020 19:53 WIB
Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Arum Kusuma Dewi
© INDOSPORT/http://fcbtransfers.blogspot.com/Mundo Deportivo
Dinasti Winger Hebat Portugal yang Gagal Total di Barcelona Copyright: © INDOSPORT/http://fcbtransfers.blogspot.com/Mundo Deportivo
Dinasti Winger Hebat Portugal yang Gagal Total di Barcelona

INDOSPORT. COM - Tak semua pemain yang berstatus winger hebat Portugal, bisa berjaya ketika berkostum klub LaLiga Spanyol, Barcelona.

Kita memang mengenal Luis Figo, winger hebat Portugal yang sempat begitu berjaya bersama Blaugrana. Figo membela Barcelona selama kurang lebih lima tahun, dari 1995 sampai 2000.

Sepanjang membela Barcelona, Figo tampil 248 kali dengan sumbangsih 45 gol, 51 assists, serta dua trofi LaLiga Spanyol (1997/98 dan 1998/99). Kematangan permainan Figo kerap membuatnya diandalkan sebagai kapten tim.

Meski akhirnya dianggap berkhianat setelah pindah ke Real Madrid pada 2000, Figo pasti tak akan pernah melupakan kariernya berseragam Barcelona. Kiprah gemilang Figo untuk Barcelona, turut berperan atas keberhasilannya meraih penghargaan Ballon d'Or 2000.

Figo hanya satu contoh nyata winger Portugal yang meraih sukses besar ketika memperkuat Barcelona. Kalau mencari contoh lain, jawabannya tentu tidak ada yang sesukses Figo tadi.

Setelah Figo pergi, Barcelona memboyong dua winger hebat Portugal lagi. Akan tetapi, karier yang ditunjukkan penerus Figo malah menjauh dari kenyataan, atau terbilang gagal total.

Simao Sabrosa

Pertama, ada nama Simao Sabrosa. Dirinya merapat pada 1 Juli 1999, atau tepat di tahun terakhir Figo bersama Barcelona.

Simao kala itu masih sangat muda, baru berusia 20 tahun. Ia dibeli dari Sporting Lisbon, yang dulu juga pernah dibela Figo.

Melihat latar belakang tersebut, tentu ada harapan Simao akan sama gemilangnya seperti Figo, ketika memperkuat Barcelona. Namun yang terjadi kemudian, ekspektasi tinggi kepada Simao tak pernah bisa terwujud maksimal.

Kiprah Simao di Barcelona cuma bertahan dua musim saja. Walau mampu mendapatkan menit bermain reguler, kemampuan Simao tetap gagal memuaskan hati para pendukung Barcelona.

Alhasil, pada 2001, Simao dijual ke klub Portugal, Barcelona. Selama membela Barcelona, Simao tampil 70 kali dengan sumbangsih empat gol dan delapan assists.


Ricardo Quaresma

© INDOSPORT
Ricardo Quaresma tampil berseragam Besiktas. Copyright: INDOSPORTRicardo Quaresma tampil berseragam Besiktas.

Barcelona tidak menyerah untuk mencari penerus Figo. Tiga tahun setelah Figo pergi ke Real Madrid, manajemen Barcelona coba memboyong winger potensial milik Sporting Lisbon, Ricardo Quaresma.

Kedatangan Quaresma kurang lebih juga diharapkan bisa mengikuti jejak kesuksesan Figo di Barcelona. Terlebih usia Quaresma masih sangat muda, 19 tahun, dan kala itu punya teknik menggiring bola memukau untuk pemain seusianya.

Sayang sekali, Quaresma gagal menunjukkan potensi terbaiknya. Quaresma cuma bertahan setahun saja, dengan catatan 28 penampilan serta mencetak satu gol.

Quaresma kemudian dibuang Barcelona ke klub Portugal, FC Porto, pada 2004. Sungguh perjalanan yang sulit bagi winger hebat Portugal agar mendapat kesuksesan di Barcelona, Quaresma dan Simao telah jadi korbannya.