Liga Champions

2 Jawara Liga Champions Tunjukkan Toleransi Agama di Logo Klub

Senin, 25 Mei 2020 09:31 WIB
Penulis: Tiyo Bayu Nugroho | Editor: Lanjar Wiratri
© INDOSPORT
Berikut ini ada 2 jawara Liga Champions yang copot lambang salib di logo klub dan menunjukan bagaimana indahnya toleransi dalam berkeyakinan. Copyright: © INDOSPORT
Berikut ini ada 2 jawara Liga Champions yang copot lambang salib di logo klub dan menunjukan bagaimana indahnya toleransi dalam berkeyakinan.

INDOSPORT.COM - Berikut ini ada 2 jawara Liga Champions yang copot lambang salib di logo klub dan menunjukan bagaimana indahnya toleransi dalam berkeyakinan.

Sebuah klub sepak bola di berbagai belahan dunia memiliki ciri khas tersendiri dalam sebuah logo yang menjadi identitas mereka ketika bertanding.

Pembuatan logo tim sepak bola juga tak sembarangan. Karena banyak filosofi yang termuat di dalamnya sebagai ciri khas klub tersebut.

Tak jarang beberapa klub sepak bola dunia kerap mengganti logo guna memperbarui identitas diri. Meski tak jarang menuai protes dari berbagai pihak.

Meski begitu pembaruan sebuah logo dalam meningkatkan semangat baru dalam menyongsong zaman yang makin modern seperti sekarang ini.

Teranyar ada klub Liga Italia (Serie A) Juventus yang belum lama ini meluncurkan logo baru. Hal itu dilakukan malah menghadirkan sesuatu yang positif.

Selain itu ada pula sebuah klub sepak bola yang sempat meraih gelar juara Liga Champions turut mengubah logo yang telah lama mereka hadirkan.

Sebab ada diantara mereka yang menghapus sebuah lambang salib di logo klub dengan alasan tertentu, termasuk menghargai perbedaan keyakinan.

Di bawah ini ada dua kampiun Liga Champions yang menghilangkan simbol salib dalam logo mereka. Siapa saja? Simak.

1. Real Madrid

© Marca/Istimewa
Caption Copyright: Marca/IstimewaIlustrasi logo klub kampiun Liga Champions Real Madrid yang menghapus lambang salib.

Pengoleksi gelar terbanyak Liga Champions, yakni Real Madrid menjadi salah satu klub sepak bola dunia yang menghapus gambar salib di logo tim.

Pasalnya Real Madrid mesti melakukan hal tersebut usai menjalin kerja sama dengan ritel asal Uni Emirat Arab (UEA), Marka sejak 2017.

Kerja sama tersebut juga membuat Real Madrid dan Marka sepakat akan menghilangkan logo salib khusus untuk para penggemar di kawasan Timur Tengah.

Mulai dari UEA, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman. Hal ini diambil demi menghindari isu sensitif di negara mayoritas muslim itu.

Sejak 2012, Real Madrid memang telah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan di kawasan timur tengah. Bahkan kehadiran sponsor ini turut membuat Real Madrid kuat secara finansial.

Buktinya, mereka kerap mendatangkan pemain-pemain berkualitas setiap musim agar target juara domestik dan internasional bisa terus tercapai.

2. Barcelona

© Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Logo Barcelona. Copyright: Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORTLogo klub jawara LIga Champions Barcelona.

Berikutnya ada jawara Liga Champions 2014-15 Barcelona yang juga telah menghapus lambang salib di logo klub mereka sejak akhir 2010 silam.

Hal itu terjadi ketika Barcelona melakukan kerja sama dengan Qatar Foundation selama lima tahun. Nilai kontraknya pun mencapai Rp1,76 triliun (150 juta Euro).

Kerja sama tersebut sempat mendapat banyak protes dari berbagai pihak. Namun manajemen Barcelona enggan memusingkan nyinyiran pihak luar.

Sebab Barcelona ingin menyebarluaskan pengaruh bisnis hingga ke kawasan Timur Tengah. Meski begitu publik Timur Tengah mengeluhkan logo Barcelona.

Lantaran ada lambang salib. Mengetahui hal itu, Barcelona dengan sigap melakukan dengan mengubah lambang salib di logo klub agar bisa diterima dengan baik.

IDS Emoticon Suka
Suka
5%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
7%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
11%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
43%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
7%
IDS Emoticon Takut
Takut
3%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
1%
IDS Emoticon Marah
Marah
24%