Liga Indonesia

Awas Febri Hariyadi, 3 Pemain Indonesia Ini Melempem di Liga Tetangga

Selasa, 2 Juni 2020 08:05 WIB
Penulis: Bayu Wira Handyan | Editor: Prio Hari Kristanto
© febrihariyadi13
Penampilan moncer Febri Hariyadi bersama Persib Bandung membuat dirinya saat ini dikabarkan menjadi target transfer nomor satu Muangthong United. Copyright: © febrihariyadi13
Penampilan moncer Febri Hariyadi bersama Persib Bandung membuat dirinya saat ini dikabarkan menjadi target transfer nomor satu Muangthong United.

INDOSPORT.COM – Penampilan moncer Febri Hariyadi bersama Persib Bandung membuat dirinya saat ini dikabarkan menjadi target transfer nomor satu Muangthong United, salah satu klub yang berlaga di Liga Thailand.

Kabar tersebut mulai mencuat ketika salah satu jurnalis ESPN, Paul Murphy, menuliskan rumor transfer yang melibatkan didikan Persib tersebut melalui akun Twitter pribadinya.

“Winger timnas Indonesia yang saat ini bermain di Persib dikaitkan bakal pindah ke Muangthong United,” tulis Paul Murphy di akun Twitternya pada hari Minggu (31/05/20) kemarin.

Sebuah kabar yang lumayan menggembirakan, pasalnya Febri dianggap sebagai salah satu talenta muda terbaik yang berlaga di Liga 1 dan sudah identik dengan Persib. Meski demikian, banyak yang menilai sudah waktunya Febri menyusul jejak para pemain Indonesia yang sebelumnya telah memutuskan untuk berkarier di luar negeri.

Namun, Febri mesti memikirkan matang-matang keputusannya untuk hengkang ke Thailand dan berseragam Muangthong United. Febri mesti mempertimbangkan rekam jejak kompatriotnya yang melempem ketika memutuskan bermain di negara tetangga.

Dirangkum oleh redaksi INDOSPORT.COM, berikut adalah 3 pemain yang gagal bersinar dan melempem ketika memutuskan untuk berkarier di liga tetangga.

Terens Puhiri

© Facebook/portfootballclubofficial
Pemain pinjaman Port FC (Thailand) dari Borneo FC (Indonesia), Terens Puhiri. Copyright: Facebook/portfootballclubofficialTerens Puhiri saat berseragam Port FC.

Penampilan apik pemain bernama lengkap Terens Owang Priska Puhiri bersama Borneo FC di musim 2016/17 membuat Port FC, salah satu klub yang berlaga di kasta teratas Liga Thailand tertarik meminangnya.

Kesepakatan dibuat dan Terens secara resmi dipinjamkan oleh Borneo ke Port selama satu musim. Nahas, dirinya gagal mengulangi kecemerlangan seperti yang ditunjukkan di musim sebelumnya di Liga 1 yang membuat Port kepicut meminangnya.

Hanya menjadi pelapis dan tidak mampu tampil reguler di skuat utama Port, Terens tercatat hanya tampil sebanyak 13 kali di semua kompetisi dan mencatatkan menit bermain yang hanya berjumlah 219 menit.

Catatan yang buruk mengingat semusim sebelumnya, dirinya berhasil tampil sebanyak 31 kali dan sukses mencetak 6 gol serta 10 umpan dengan menit bermain hampir 10 kali lipat menit bermainnya di Port FC.

Yanto Basna

© Facebook.com/PT Prachuap FC
Yanto Basna saat beraksi bersama klub barunya, PT Prachuap FC. Copyright: Facebook.com/PT Prachuap FCAksi Yanto Basna bersama PT Prachuap FC.

Yanto Basna selalu menjadi pilihan utama dalam mengawal lini belakang Timnas Indonesia. Dirinya adalah salah satu pemain terbaik yang dimiliki oleh skuat Garuda saat ini.

Telah membela deretan tim besar Liga 1 seperti Mitra Kukar, Persib Bandung, dan Sriwijaya FC, Yanto memutuskan untuk menjajal peruntungan di Liga Thailand dan bergabung dengan Khon Kaen yang berlaga di kasta kedua Liga Thailand pada tahun 2018 lalu.

Tampil moncer bersama Khon Kaen, Yanto berhasil menarik minat Sukhothai yang meminangnya untuk berlaga di kasta tertinggi Liga Thailand tahun 2019. Bersama Sukhothai, dirinya gagal tampil apik dan hanya bermain sebanyak 9 kali.

Saat ini Yanto malah santer dirumorkan bakal pulang kampung setelah tidak menjadi pilihan utama di PT Prachuap FC dan hanya mendapat kesempatan tampil sebanyak 4 kali sepanjang musim 2019/20 ini.

Ilham Jaya Kesuma

© INDOSPORT/INTERNET
Caption Copyright: INDOSPORT/INTERNETIlham Jaya Kesuma, salah satu predator paling menakutkan di Liga Indonesia yang nyatanya melempem ketika harus bermain di liga tetangga.

Bomber andalan Persita Tangerang tahun 1996-2006 adalah salah satu predator paling menakutkan di Liga Indonesia. Ketajamannya berhasil membawanya menjadi top skor di Piala Tiger 2004 dengan 7 gol dan di Liga Indonesia 2004 dengan 22 gol.

Bersamanya, Laskar Cisadane dibawanya menjadi salah satu tim paling menakutkan di Liga Indonesia. Atas ketajamannya tersebut, salah satu klub asal Malaysia, MPPJ Selangor tertarik mendatangkannya di tahun 2006.

Sayangnya, dirinya gagal tampil trengginas di Malaysia. Alih-alih menjadi idola baru publik Malaysia, dirinya gagal bersinar dan melempem setelah hanya berhasil mencetak 7 gol dari 18 laga yang dia jalani bersama MPPJ Selangor.

Ilham memutuskan untuk pulang setelah hanya semusim berlaga di Liga Malaysia. Kepulangan yang diharapkan dapat mengembalikan ketajamannya tersebut nyatanya tidak sesuai harapan.

Legenda Persita yang membawa Indonesia menjadi runner-up di Piala Tiger 2004 itu tak pernah lagi menemukan ketajamannya kembali hingga dirinya kemudian memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2012 lalu.